Minggu, 29 Mei 2016

Upaya Persaingan Golongan "Jin" (Blok Kapitalisme) dan Golongan "Ins" (Blok Sosialisme) "Menembus Langit dan "Bumi" & Gambaran Mengerikan "Perang Nuklir"


Bismillaahirrahmaanirrahiim

  MALAIKAT ALLAH 


 UPAYA PERSAINGAN GOLONGAN JIN (BLOK KAPITALISME) DAN GOLONGAN INS (BLOK SOSIALISME) MENEMBUS  LANGIT DAN BUMI &  GAMBARAN MENGERIKAN PERANG NUKLIR  


Bab 55

 Oleh

Ki Langlang Buana Kusuma

D
alam   akhir  Bab   sebelumnya   telah dikemukakan   makna ayat:  یٰمَعۡشَرَ الۡجِنِّ وَ الۡاِنۡسِ  اِنِ اسۡتَطَعۡتُمۡ اَنۡ  تَنۡفُذُوۡا مِنۡ  اَقۡطَارِ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ فَانۡفُذُوۡا -- Hai golongan jin dan ins (manusia)! Jika kamu memiliki kekuatan untuk menembus batas-batas seluruh langit dan bumi maka tembuslahلَا  تَنۡفُذُوۡنَ  اِلَّا بِسُلۡطٰنٍ --  namun kamu tidak dapat menembusnya  kecuali dengan kekuatan.”   (Ar-Rahman [55]:34).      
     Ayat ini telah diberi bermacam-macam penafsiran. Menurut suatu penafsiran, bahwa  para ilmuwan dan para ahli filsafat yang membanggakan diri mengenai kemajuan besar yang telah dicapai mereka dalam bidang ilmu duniawi telah diberitahu, bahwa kendati pun betapa besarnya kemajuan yang mungkin telah dicapai mereka dalam pengetahuan dan ilmu serta teknologi (iptek), tetapi  mereka tidak akan  dapat memahami semua hukum alam yang mengatur alam semesta ini dengan sepenuhnya.

Ketidak-terbatasan  Khazanah Ilmu Allah Swt.

  Betapa pun mereka berusaha, mereka tidak akan berhasil dalam pencarian mereka, sebab khazanah pengetahuan milik Allah Swt. yang dikandung alam semesta  tidak terbatas, firman-Nya:
قُلۡ لَّوۡ کَانَ الۡبَحۡرُ مِدَادًا لِّکَلِمٰتِ رَبِّیۡ لَنَفِدَ الۡبَحۡرُ  قَبۡلَ اَنۡ تَنۡفَدَ کَلِمٰتُ رَبِّیۡ وَ لَوۡ  جِئۡنَا بِمِثۡلِہٖ  مَدَدًا ﴿﴾
Katakanlah: "'Seandainya lautan menjadi tinta untuk me­nuliskan kalimat-kalimat Rabb-ku (Tuhan-ku), niscaya  lautan itu akan habis se­belum kalimat-kalimat Tuhan-ku habis dituliskan, sekalipun Kami datangkan sebanyak itu lagi sebagai tambahannya.  (Al-Kahf [18]:110).
Firman-Nya lagi:
وَ لَوۡ اَنَّ مَا فِی الۡاَرۡضِ مِنۡ شَجَرَۃٍ  اَقۡلَامٌ  وَّ  الۡبَحۡرُ  یَمُدُّہٗ  مِنۡۢ بَعۡدِہٖ سَبۡعَۃُ  اَبۡحُرٍ  مَّا نَفِدَتۡ  کَلِمٰتُ اللّٰہِ ؕ اِنَّ  اللّٰہَ  عَزِیۡزٌ  حَکِیۡمٌ ﴿﴾
Dan  seandainya pohon-pohon  di bumi ini menjadi pena dan laut    ditambahkan kepadanya  sesudahnya tujuh laut menjadi tinta,  kalimat Allah sekali-kali tidak akan habis. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana. (Luqman [31]:28).
      Bilangan “7” dan “70” digunakan dalam bahasa Arab adalah menyatakan jumlah besar, dan bukan benar-benar “tujuh” dan “tujuh puluh” sebagai angka-angka bilangan lazim.
   Sehubungan dengan ayat:  یٰمَعۡشَرَ الۡجِنِّ وَ الۡاِنۡسِ  اِنِ اسۡتَطَعۡتُمۡ اَنۡ  تَنۡفُذُوۡا مِنۡ  اَقۡطَارِ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ فَانۡفُذُوۡا -- Hai golongan jin dan ins (manusia)! Jika kamu memiliki kekuatan untuk menembus batas-batas seluruh langit dan bumi maka tembuslahلَا  تَنۡفُذُوۡنَ  اِلَّا بِسُلۡطٰنٍ --  namun kamu tidak dapat menembusnya  kecuali dengan kekuatan,”  (Ar-Rahman [55]:34), bangsa-bangsa Kristen dari barat – penganut system kapitalisme atau “jin”--  dan  penganut sosialisme atau “ins”  yang atheis,  kedua golongan besar tersebut membanggakan diri atas penemuan­-penemuan dan hasil-hasil mereka yang besar dalam ilmu pengetahuan, dan nampaknya mereka dikuasai anggapan keliru  bahwa mereka telah berhasil mengetahui seluk-beluk rahasia-rahasia takhliq (penciptaan) itu sendiri.
  Menurut Allah Swt. hal itu hanya pembualan yang sia-sia belaka, sebab rahasia-rahasia Allah Swt. tidak ada habisnya dan tidak dapat diselami sehingga apa yang telah mereka temukan sampai sekarang, dan apa yang nanti akan ditemukan dengan segala susah payah, jika dibandingkan dengan rahasia-rahasia Allah  atau rahasia-rahasia ciptaan Allah Swt. belumlah merupakan setitik pun air dalam samudera.

Upaya Persaingan  “Menembus Langit dan Bumi”  Blok Kapitalisme  (Jin) dan Blok Sosialisme (Ins)  yang Menciptakan  “Kobaran Api

  Menurut penafsiran lain  ayat ini  یٰمَعۡشَرَ الۡجِنِّ وَ الۡاِنۡسِ  اِنِ اسۡتَطَعۡتُمۡ اَنۡ  تَنۡفُذُوۡا مِنۡ  اَقۡطَارِ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ فَانۡفُذُوۡا -- Hai golongan jin dan ins (manusia)! Jika kamu memiliki kekuatan untuk menembus batas-batas seluruh langit dan bumi maka tembuslahلَا  تَنۡفُذُوۡنَ  اِلَّا بِسُلۡطٰنٍ --  namun kamu tidak dapat menembusnya  kecuali dengan kekuatan,”  Allah Swt. memperingatkan orang-orang berdosa: “Biarkanlah mereka memberanikan diri menembus batas-batas langit dan bumi, mereka tidak akan mampu menentang hukum-hukum Ilahi tanpa mendapat hukuman, dan mereka tidak akan dapat meloloskan diri dari azab Ilahi.”  
  Ayat ini dapat juga mengisyaratkan kepada pembuatan roket-roket, sputnik-sputnik, dan  kendara  ruang-angkasa lainnya, yang dengan alat-alat (sarana-sarana) tersebut orang-orang Rusia dan Amerika Serikat berusaha mencapai benda-benda langit. Mereka diberitahu, bahwa paling-paling mereka hanya akan dapat mencapai beberapa planet terdekat dari bumi, tetapi jagat-jagat raya ciptaan  Allah Swt. tidak mungkin dapat dijelajahi seluruhnya.
    Jadi, berbagai keberhasilan duniawi  yang diraih kedua blok (golongan) manusia  di Akhir Zaman  ini tersebut bukan merupakan sesuatu yang dapat “dibanggakan” jika dibandingkan dengan tidak-terbatasnya khazanah milik Allah Swt. yang terkandung di alam semesta yang luas atau besarnya tak terhingga ini.
 Kesia-siaan upaya mereka itu  karena mereka sendiri secara sadar telah mendustakan  Allah Swt. sebagai Tuhan Pencipta hakiki  alam semesta ini, antara lain dengan menjadikan wujud-wujud yang lemah   sebagai  sembahan-sembahan selain-Nya. Bahkan segolongan dari mereka mendustakan keberadaan Wujud Tuhan Pencipta alam semesta ini  (atheis) dan mendustakan akhirat (QS.6:30-31; QS.23:34-39; QS.45:23-27).  
 Sebagai akibatnya Allah Swt. memperingatkan mereka dalam ayat selanutnya: یُرۡسَلُ عَلَیۡکُمَا شُوَاظٌ مِّنۡ نَّارٍ ۬ۙ وَّ نُحَاسٌ فَلَا  تَنۡتَصِرٰنِ --  “Akan dikirimkan kepada kamu berdua nyala api, dan leburan tembaga, lalu kamu berdua tidak akan dapat menolong diri sendiri.”  (Ar-Rahman [55]:36), ayat tersebut   mengisyaratkan  kepada azab paling dahsyat lagi menakutkan  yang akan menimpa kedua blok yang bermusuhan itu.
Dunia rupa-rupanya berdiri di tepi jurang api yang berkobar-kobar dengan dahsyatnya dan nyala apinya mengancam akan menghanguskan seluruh peradaban manusia, contohnya yang nyata adalah Perang Dunia I dan Perang Dunia II, sedangkan mengenai meletusnya  Perang Dunia III atau Perang Nuklir sulit untuk dihindari, firman-Nya:
ہٰذٰنِ خَصۡمٰنِ اخۡتَصَمُوۡا فِیۡ رَبِّہِمۡ ۫ فَالَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا قُطِّعَتۡ لَہُمۡ ثِیَابٌ مِّنۡ نَّارٍ ؕ یُصَبُّ مِنۡ فَوۡقِ رُءُوۡسِہِمُ الۡحَمِیۡمُ ﴿ۚ﴾  یُصۡہَرُ  بِہٖ  مَا فِیۡ  بُطُوۡنِہِمۡ  وَ الۡجُلُوۡدُ ﴿ؕ﴾  وَ لَہُمۡ  مَّقَامِعُ مِنۡ  حَدِیۡدٍ ﴿﴾  کُلَّمَاۤ  اَرَادُوۡۤا اَنۡ یَّخۡرُجُوۡا مِنۡہَا مِنۡ غَمٍّ  اُعِیۡدُوۡا فِیۡہَا ٭   ﴿٪﴾ وَ ذُوۡقُوۡا عَذَابَ الۡحَرِیۡقِ﴿٪﴾
Mereka berdua  ini golongan petengkar yang berbantah mengenai Rabb (Tuhan) mereka, فَالَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا قُطِّعَتۡ لَہُمۡ ثِیَابٌ مِّنۡ نَّارٍ --  maka orang-orang kafir bagi mereka akan dipotongkan pakaian-pakaian dari api, یُصَبُّ مِنۡ فَوۡقِ رُءُوۡسِہِمُ الۡحَمِیۡمُ  -- dituangkan dari atas kepala mereka  air mendidih. یُصۡہَرُ  بِہٖ  مَا فِیۡ  بُطُوۡنِہِمۡ  وَ الۡجُلُوۡدُ  --  Akan dilebur dengannya apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit mereka  وَ لَہُمۡ  مَّقَامِعُ مِنۡ  حَدِیۡدٍ --   dan bagi mereka ada cambuk-cambuk besi.   کُلَّمَاۤ  اَرَادُوۡۤا اَنۡ یَّخۡرُجُوۡا مِنۡہَا مِنۡ غَمٍّ  اُعِیۡدُوۡا فِیۡہَا --  Setiap kali mereka hendak ke luar dari situ karena sedih, mereka akan dikembalikan ke dalamnya  وَ ذُوۡقُوۡا عَذَابَ الۡحَرِیۡقِ -- dan, dikatakan:   Rasakanlah azab yang membakar!” (Al-Hajj [22]:20-23).

Ancaman “Perang Nuklir”

     Isyarat dalam kata-kata “Mereka berdua ini” ditujukan kepada dua golongan manusia, yaitu orang-orang beriman  penganut Tauhid Ilahi dan orang-orang kafir yang menentang Tauhid Ilahi, di Akhir Zaman ini adalah   golongan  jin dan ins  yang bangga dengan kepiawaian mereka “mengelola energi api” – termasuk energi nuklir  -- yang akan  menjadi sarana azab Ilahi, firman-Nya:
بِسۡمِ اللّٰہِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡمِ ۙ﴿﴾    سَاَلَ  سَآئِلٌۢ  بِعَذَابٍ  وَّاقِعٍ ۙ﴿﴾   لِّلۡکٰفِرِیۡنَ لَیۡسَ لَہٗ  دَافِعٌ ۙ﴿﴾   مِّنَ اللّٰہِ  ذِی الۡمَعَارِجِ ؕ﴿﴾  تَعۡرُجُ  الۡمَلٰٓئِکَۃُ  وَ الرُّوۡحُ  اِلَیۡہِ  فِیۡ یَوۡمٍ کَانَ مِقۡدَارُہٗ  خَمۡسِیۡنَ اَلۡفَ سَنَۃٍ ۚ﴿﴾  فَاصۡبِرۡ  صَبۡرًا  جَمِیۡلًا ﴿﴾   اِنَّہُمۡ  یَرَوۡنَہٗ  بَعِیۡدًا ۙ﴿﴾  وَّ  نَرٰىہُ  قَرِیۡبًا ؕ﴿﴾   یَوۡمَ  تَکُوۡنُ  السَّمَآءُ  کَالۡمُہۡلِ ۙ﴿﴾   وَ تَکُوۡنُ  الۡجِبَالُ کَالۡعِہۡنِ  ۙ﴿﴾  وَ لَا یَسۡـَٔلُ  حَمِیۡمٌ حَمِیۡمًا ﴿ۚۖ﴾   یُّبَصَّرُوۡنَہُمۡ ؕ یَوَدُّ  الۡمُجۡرِمُ لَوۡ  یَفۡتَدِیۡ مِنۡ عَذَابِ یَوۡمِئِذٍۭ بِبَنِیۡہِ ﴿ۙ﴾  وَ صَاحِبَتِہٖ وَ اَخِیۡہِ ﴿ۙ﴾   وَ فَصِیۡلَتِہِ الَّتِیۡ تُــٔۡوِیۡہِ ﴿ۙ﴾   وَ مَنۡ  فِی الۡاَرۡضِ جَمِیۡعًا ۙ ثُمَّ  یُنۡجِیۡہِ ﴿ۙ﴾   کَلَّا ؕ اِنَّہَا  لَظٰی ﴿ۙ﴾   نَزَّاعَۃً   لِّلشَّوٰی  ﴿ۚۖ﴾  تَدۡعُوۡا  مَنۡ  اَدۡبَرَ  وَ تَوَلّٰی ﴿ۙ﴾  وَ  جَمَعَ   فَاَوۡعٰی ﴿﴾  
Aku baca  dengan nama Allah, Maha Pemurah, Maha Penyayang.  Seorang penanya menanyakan mengenai  azab yang akan terjadi,    untuk orang-orang kafir, yang seorang pun   dapat   menghindarkannya.   Azab itu dari Allah Yang memi-liki  tempat-tempat naik.  Malaikat-malaikat dan ruh itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang ukurannya lima puluh ribu tahun.   Maka bersabarlah dengan sabar yang baik.    Sesungguhnya mereka memandang hari itu sangat jauh   (mustahil), sedangkan Kami melihatnya dekat, pasti terjadi.   Pada hari langit akan menjadi seperti cairan tembaga,    dan gunung-gunung akan menjadi seperti bulu domba yang dihamburkan. Dan tidak akan bertanya  sahabat karib kepada sahabat karib lainnya.   Hari itu akan diperlihatkan dengan jelas kepada mereka.  Orang berdosa ingin seandainya  dia dapat menebus dirinya dari azab hari itu dengan anak-anaknya,   dan  isterinya serta  saudaranya,     dan kaum kerabatnya yang melindunginya,  dan semua orang yang ada di bumi kemudian  menyelamatkannya. کَلَّا ؕ اِنَّہَا  لَظٰی  --        Sekali-kali tidak dapat.    Sesungguhnya  itu nyala api, نَزَّاعَۃً   لِّلشَّوٰی  -- yang melucuti kulit  kepalaتَدۡعُوۡا  مَنۡ  اَدۡبَرَ  وَ تَوَلّٰی --  yang memanggil orang yang membelakangi dan yang  berpaling, وَ  جَمَعَ   فَاَوۡعٰی --  dan menimbun harta serta menahannya. (Al-Mā’arij [70]:1-19).
  Dari segi asbabun-nuzulnya  yang dimaksud “penanya” dalam ayat ini dianggap oleh beberapa ahli tafsir tertuju kepada Nadhr bin Al-Harits, atau Abu Jahal. Tetapi kata “penanya” itu tidak hanya mengisyaratkan kepada seseorang tertentu, bahkan dapat dikenakan kepada semua orang kafir   -- termasuk di Akhir Zaman    ini  -- sebab mereka semua berulang-ulang menantang  Nabi Besar Muhammad saw. supaya beliau saw. menurunkan atas mereka azab Ilahi  yang diancamkan (QS.8:33; QS.21:39; QS.27:72; QS.32: 29; QS.34:30; QS.36:49; QS.67:26).
     Makna ayat:  مِّنَ اللّٰہِ  ذِی الۡمَعَارِجِ  --  “Azab itu dari Allah Yang memiliki  tempat-tempat naik.“ Sementara azab yang akan menimpa orang-orang kafir akan membuat mereka binasa, Allah Swt. menganugerahkan kepada hamba-hamba-Nya yang taat kenaikan ruhani yang setinggi-tingginya.
  Makna ayat selanjutnya:  تَعۡرُجُ  الۡمَلٰٓئِکَۃُ  وَ الرُّوۡحُ  اِلَیۡہِ  فِیۡ یَوۡمٍ کَانَ مِقۡدَارُہٗ  خَمۡسِیۡنَ اَلۡفَ سَنَۃٍ -- “Malaikat-malaikat dan ruh itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang ukurannya lima puluh ribu tahun. ”  Karena ar-ruh berarti jiwa manusia, ayat ini dapat berarti bahwa perkembangan dan kemajuan ruh manusia tidak akan ada hentinya (QS.66:9).
 Atau ayat ini dapat berarti bahwa rancangan-rancangan dan rencana-rencana Allah Swt. dapat meliputi    ribuan tahun sampai jadi matang. Atau isyarat itu dapat juga tertuju kepada peredaran (siklus) tertentu selama 50.000 tahun yang selama itu beberapa  perubahan agung yang tertentu telah ditakdirkan akan terjadi, sebab nubuatan-nubuatan Allah Swt.    mempunyai masa-masa, zaman-zaman, dan peredaran-peredaran (daur) waktu tertentu yang di didalamnya nubu-atan-nubuatan itu menjadi sempurna (terjadi).

Gambaran Mengerikan “Perang Nuklir

    Makna ayat selanjutnya: اِنَّہُمۡ  یَرَوۡنَہٗ  بَعِیۡدًا  -- “Sesungguhnya mereka memandang hari itu sangat jauh   (mustahil), وَّ  نَرٰىہُ  قَرِیۡبًا  --  sedangkan Kami melihatnya dekat, pasti terjadi. یَوۡمَ  تَکُوۡنُ  السَّمَآءُ  کَالۡمُہۡلِ  --  Pada hari langit akan menjadi seperti cairan tembaga, وَ تَکُوۡنُ  الۡجِبَالُ کَالۡعِہۡنِ  --  dan gunung-gunung akan menjadi seperti bulu domba yang dihamburkan.”
    Dalam abad-abad atom dan hidrogen atau nuklir  di Akhir Zaman ini  akibat ledakan-ledakan dahsyat  bom hidrogen dan nuklir terjadinya langit menjadi berwarna merah  oleh kilatan cahaya ledakan bom, dan beterbangan gunung-gunung laksana bulu domba itu sungguh mungkin sekali terjadi (QS.55:36-38).
  Alangkah mengerikannya lukisan Hari Pembalasan yang diberikan dalam ayat-ayat  selanjutnya:  وَ لَا یَسۡـَٔلُ  حَمِیۡمٌ حَمِیۡمًا -- “Dan tidak akan bertanya  sahabat karib kepada sahabat karib lainnya.  یُّبَصَّرُوۡنَہُمۡ ؕ یَوَدُّ  الۡمُجۡرِمُ لَوۡ  یَفۡتَدِیۡ مِنۡ عَذَابِ یَوۡمِئِذٍۭ بِبَنِیۡہِ --  Hari itu akan diperlihatkan dengan jelas kepada mereka.  Orang berdosa ingin seandainya  dia dapat menebus dirinya dari azab hari itu dengan anak-anaknya, وَ صَاحِبَتِہٖ وَ اَخِیۡہِ  --  dan  isterinya serta  saudaranya,  وَ فَصِیۡلَتِہِ الَّتِیۡ تُــٔۡوِیۡہِ --       dan kaum kerabatnya yang melindunginya, وَ مَنۡ  فِی الۡاَرۡضِ جَمِیۡعًا ۙ ثُمَّ  یُنۡجِیۡہِ --  dan semua orang yang ada di bumi kemudian  menyelamatkannya.”
 Berhadap-hadapan dengan suatu malapetaka, manusia bersedia pisah dari segala sesuatu, bahkan bersedia mengorbankan orang-orang yang paling karib dan tersayang sekalipun, asalkan saja dengan berbuat demikian ia dapat menyelamatkan dirinya sendiri.
Tetapi dengan tegas Allah Swt. menyatakan: کَلَّا ؕ اِنَّہَا  لَظٰی  --      “Sekali-kali tidak dapat.    Sesungguhnya  itu nyala api, نَزَّاعَۃً   لِّلشَّوٰی  --   yang melucuti kulit  kepala”,  karena azab Ilahi tersebut merupakan dari ketetapan-Nya bagi orang-orang kafir yang menolak menempuh “jalan pendakian yang terjal” (QS.90:5-21):  تَدۡعُوۡا  مَنۡ  اَدۡبَرَ  وَ تَوَلّٰی --  yang memanggil orang yang membelakangi dan yang  berpaling, وَ  جَمَعَ   فَاَوۡعٰی --  dan menimbun harta serta menahannya.”
  Betapa jelasnya gambaran tentang azab Ilahi yang diancamkan itu: فَاِذَا  انۡشَقَّتِ السَّمَآءُ  فَکَانَتۡ وَرۡدَۃً کَالدِّہَانِ --  Dan ketika langit terbelah dan menjadi merah bagaikan kulit merah.” (Ar-Rahman [55]:36).   Selanjutnya Allah Swt. berfirman:   فَیَوۡمَئِذٍ لَّا یُسۡـَٔلُ عَنۡ ذَنۡۢبِہٖۤ  اِنۡسٌ وَّ لَا  جَآنٌّ  --  Pada hari itu tidak akan ditanya dosa  manusia  dan tidak pula  jin” (Ar-Rahman [55]:38).   Amal-amal buruk orang-orang durhaka akan tertera pada wajah mereka, sehingga mereka tidak akan ditanya lagi mengenai apakah mereka telah melakukan kedurhakaan atau tidak. Sebagaimana tersebut pada tempat lain dalam Al-Quran (QS.41:21)  anggota-anggota tubuh orang-orang kafir itu sendiri akan menjadi saksi atas mereka.

Kobaran Api yang Menjangkau Hati

  Sehubungan dengan sikap kikir dan rakus (tamak) orang-orang kafir tersebut dalam surah lain Allah Swt. berfirman:
بِسۡمِ اللّٰہِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡمِ ﴿﴾  وَیۡلٌ   لِّکُلِّ ہُمَزَۃٍ   لُّمَزَۃِۣ ۙ﴿﴾  الَّذِیۡ جَمَعَ  مَالًا  وَّ عَدَّدَہٗ ۙ﴿﴾   یَحۡسَبُ اَنَّ مَالَہٗۤ  اَخۡلَدَہٗ ۚ﴿﴾   کَلَّا  لَیُنۡۢبَذَنَّ فِی الۡحُطَمَۃِ ۫﴿ۖ﴾  وَ  مَاۤ  اَدۡرٰىکَ مَا  الۡحُطَمَۃُ ؕ﴿﴾   نَارُ اللّٰہِ الۡمُوۡقَدَۃُ ۙ﴿﴾   الَّتِیۡ  تَطَّلِعُ  عَلَی الۡاَفۡـِٕدَۃِ ؕ﴿﴾   اِنَّہَا عَلَیۡہِمۡ  مُّؤۡصَدَۃٌ ۙ﴿   فِیۡ  عَمَدٍ  مُّمَدَّدَۃٍ ٪﴿  
Aku baca  dengan nama Allah, Maha Pemurah, Maha Penyayang.    Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela,  yang mengumpulkan harta dan  menghitung-hitungnya.  Ia mengira bahwa hartanya akan menjadikannya kekal.  Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dicampakkan ke dalam Hutamah.  Dan tahukah engkau apakah  Hutamah itu? Yaitu Api Allah yang dinyalakan,    yang  naik  sampai ke hati.    Sesungguhnya api itu    ditutup rapat atas mereka,   diikat pada tiang-tiang yang panjang.  (Al-Humazah  [104]:1-10)
   Humazah berarti orang yang mencela orang lain di belakang, dan lumazah adalah orang yang mencela orang-orang lain di belakang maupun di depan mereka sendiri (Aqrab-ul-Mawarid). Sebagai kebalikan dari dua sifat baik yang pokok – yaitu  kebajikan dan kesabaran yang tersebut dalam Surah  Al-Ashr --   maka dalam Surah Al-Humazah   telah disebutkan dua sifat buruk yang membinasakan sendi-sendi segala keamanan dan keserasian tata hidup dalam masyarakat. Perbuatan-perbuatan mengumpat dan mencela merupakan dua macam kejahatan pokok, yang karena itu apa yang disebut masyarakat beradab dewasa ini  sangat menderita.
  Ayat  الَّذِیۡ جَمَعَ  مَالًا  وَّ عَدَّدَہٗ  --  “yang mengumpulkan harta dan  menghitung-hitungnya”  merupakan suatu ulasan bernada sedih mengenai nafsu manusia ingin memperoleh kekayaan dunia. Penyembahan terhadap “dewi kekayaan” merupakan racun peradaban madiyah (kebendaan) masa kini.
   Makna ayat یَحۡسَبُ اَنَّ مَالَہٗۤ  اَخۡلَدَہٗ  -- “Ia mengira bahwa hartanya akan menjadikannya kekal,” bahwa orang kikir yang bernasib malang dengan tiada henti-hentinya mencari kekayaan dengan segala macam jalan – halal maupun haram – serta menimbun dan menumpuknya, merasa bangga karenanya, dan menahan diri dari membelanjakannya bagi tujuan-tujuan baik, dengan beranggapan bahwa cara ini akan melestarikannya dan menolong namanya agar tidak hapus dari ingatan orang dan membuat dirinya tetap sejahtera untuk selama-lamanya. Namun anggapan-anggapan demikian itu, amat keliru lagi salah.
 Allah Swt. memperingatkan mereka: کَلَّا  لَیُنۡۢبَذَنَّ فِی الۡحُطَمَۃِ -- “Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dicampakkan ke dalam Hutamah.”   Tidak ada penghinaan dan siksaan batin dirasakan oleh seseorang lebih pahit daripada menyaksikan suatu gerakan yang pernah ditentangnya mati-matian dengan segala daya-upaya dan berusaha memusnahkannya; namun  gerakan itu malah memperoleh kemajuan dan kemenangan di hadapan matanya sendiri.
    Siksaan batin yang membakar hati itulah yang dirasakan oleh para pemimpin Quraisy, ketika mereka menyaksikan pohon Islam yang tadinya lemah itu, kini telah tumbuh di hadapan mereka sendiri menjadi besar:  وَ  مَاۤ  اَدۡرٰىکَ مَا  الۡحُطَمَۃُ  -- “Dan tahukah engkau apakah  Hutamah itu? نَارُ اللّٰہِ الۡمُوۡقَدَۃُ  --  Yaitu Api Allah yang dinyalakan   الَّتِیۡ  تَطَّلِعُ  عَلَی الۡاَفۡـِٕدَۃِ  --  yang  naik  sampai ke hati.”
  Orang-orang Arab berkata, hathamat-hu al-sinnu, artinya  masa tuanya telah memporak-porandakannya (Lexicon Lane). Selanjutnya Allah Swt. berfirman: اِنَّہَا عَلَیۡہِمۡ  مُّؤۡصَدَۃٌ -- Sesungguhnya api itu    ditutup rapat atas mereka,  فِیۡ  عَمَدٍ  مُّمَدَّدَۃٍ --   diikat pada tiang-tiang yang panjang.”  
  Kesangatan panas api yang terkurung itu kian bertambah beberapa kali lipat. Dan yang dimaksud dengan “tiang-tiang yang panjang” itu ialah kebiasaan-kebiasaan buruk, adat-istiadat tidak baik yang tidak membiarkan orang-orang kafir menyesuaikan kehidupan mereka dengan ukuran-ukuran dan nilai-nilai yang sempurna

Kesaksian Anggota Tubuh Manusia

   Mereka yang bangga dengan keberhasilan duniawi tersebut  serta ingkar kepada Sifat Rahmāniyat (Maha Pemurah) Allah Swt. pada akhirnya  akan diperlakukan Allah Swt. secara hina: یُعۡرَفُ الۡمُجۡرِمُوۡنَ بِسِیۡمٰہُمۡ فَیُؤۡخَذُ بِالنَّوَاصِیۡ وَ الۡاَقۡدَامِ -- Orang-orang berdosa  ciri-ciri mereka akan dikenal lalu mereka akan dipegang (diseret) pada jambul dan kakinya.”  (Ar-Rahmān [55]:42), firman-Nya:
 فَیَوۡمَئِذٍ لَّا یُسۡـَٔلُ عَنۡ ذَنۡۢبِہٖۤ  اِنۡسٌ وَّ لَا  جَآنٌّ ﴿ۚ﴾  فَبِاَیِّ  اٰلَآءِ  رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ ﴿﴾  یُعۡرَفُ الۡمُجۡرِمُوۡنَ بِسِیۡمٰہُمۡ فَیُؤۡخَذُ بِالنَّوَاصِیۡ وَ الۡاَقۡدَامِ ﴿ۚ﴾  فَبِاَیِّ  اٰلَآءِ  رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ ﴿﴾ ہٰذِہٖ جَہَنَّمُ  الَّتِیۡ یُکَذِّبُ بِہَا الۡمُجۡرِمُوۡنَ ﴿ۘ﴾   یَطُوۡفُوۡنَ بَیۡنَہَا وَ  بَیۡنَ حَمِیۡمٍ  اٰنٍ ﴿ۚ﴾  فَبِاَیِّ  اٰلَآءِ  رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ ﴿٪﴾ 
Pada hari itu tidak akan ditanya dosa  ins (manusia)  dan tidak pula  jin. فَبِاَیِّ  اٰلَآءِ  رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ   -- Maka  nikmat-nikmat Rabb (Tuhan) kamu berdua yang manakah yang kamu  berdua dustakan?  Orang-orang berdosa  ciri-ciri mereka akan dikenal lalu mereka akan dipegang pada jambul dan kakinya.  فَبِاَیِّ  اٰلَآءِ  رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ  -- Maka nikmat-nikmat  Rabb (Tuhan) kamu berdua yang manakah yang kamu berdua dustakan? ہٰذِہٖ جَہَنَّمُ  الَّتِیۡ یُکَذِّبُ بِہَا الۡمُجۡرِمُوۡنَ --  Inilah Jahannam yang orang-orang berdosa mendustakannya, یَطُوۡفُوۡنَ بَیۡنَہَا وَ  بَیۡنَ حَمِیۡمٍ  اٰنٍ --  mereka akan berkeliling-keliling di antara Jahannam  itu  dan air panas mendidihفَبِاَیِّ  اٰلَآءِ  رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ   -- Maka yang manakah di antara nikmat-nikmat Rabb (Tuhan) kamu berdua  yang kamu dustakan? (Ar-Rahmān [55]:40-46).
   Makna ayat  فَیَوۡمَئِذٍ لَّا یُسۡـَٔلُ عَنۡ ذَنۡۢبِہٖۤ  اِنۡسٌ وَّ لَا  جَآنٌّ --  “Pada hari itu tidak akan ditanya dosa  ins (manusia)  dan tidak pula  jin”.  Amal-amal buruk orang-orang durhaka akan tertera pada wajah mereka, sehingga mereka tidak akan ditanya lagi mengenai apakah mereka telah melakukan kedurhakaan atau tidak. Sebagaimana tersebut pada tempat lain dalam Al-Quran (QS.41:21), anggota-anggota tubuh orang-orang kafir itu sendiri akan menjadi saksi atas mereka, firman-Nya:
وَ یَوۡمَ یُحۡشَرُ اَعۡدَآءُ  اللّٰہِ  اِلَی النَّارِ فَہُمۡ  یُوۡزَعُوۡنَ ﴿﴾   حَتّٰۤی  اِذَا مَا جَآءُوۡہَا شَہِدَ عَلَیۡہِمۡ سَمۡعُہُمۡ وَ اَبۡصَارُہُمۡ وَ جُلُوۡدُہُمۡ بِمَا کَانُوۡا یَعۡمَلُوۡنَ ﴿﴾  وَ قَالُوۡا لِجُلُوۡدِہِمۡ  لِمَ شَہِدۡتُّمۡ  عَلَیۡنَا ؕ قَالُوۡۤا اَنۡطَقَنَا اللّٰہُ  الَّذِیۡۤ  اَنۡطَقَ کُلَّ شَیۡءٍ وَّ ہُوَ خَلَقَکُمۡ  اَوَّلَ مَرَّۃٍ  وَّ اِلَیۡہِ تُرۡجَعُوۡنَ ﴿﴾  وَ مَا کُنۡتُمۡ تَسۡتَتِرُوۡنَ اَنۡ یَّشۡہَدَ عَلَیۡکُمۡ سَمۡعُکُمۡ وَ لَاۤ  اَبۡصَارُکُمۡ وَ لَا جُلُوۡدُکُمۡ وَ لٰکِنۡ ظَنَنۡتُمۡ  اَنَّ اللّٰہَ  لَا یَعۡلَمُ  کَثِیۡرًا  مِّمَّا تَعۡمَلُوۡنَ ﴿﴾  وَ ذٰلِکُمۡ ظَنُّکُمُ الَّذِیۡ ظَنَنۡتُمۡ بِرَبِّکُمۡ اَرۡدٰىکُمۡ فَاَصۡبَحۡتُمۡ مِّنَ الۡخٰسِرِیۡنَ ﴿﴾  فَاِنۡ یَّصۡبِرُوۡا فَالنَّارُ مَثۡوًی لَّہُمۡ ۚ وَ  اِنۡ یَّسۡتَعۡتِبُوۡا فَمَا ہُمۡ مِّنَ الۡمُعۡتَبِیۡنَ  ﴿٪﴾      وَ قَیَّضۡنَا لَہُمۡ قُرَنَآءَ فَزَیَّنُوۡا لَہُمۡ مَّا بَیۡنَ  اَیۡدِیۡہِمۡ وَ مَا خَلۡفَہُمۡ وَ حَقَّ عَلَیۡہِمُ  الۡقَوۡلُ فِیۡۤ  اُمَمٍ قَدۡ خَلَتۡ مِنۡ قَبۡلِہِمۡ  مِّنَ  الۡجِنِّ وَ الۡاِنۡسِ ۚ اِنَّہُمۡ کَانُوۡا خٰسِرِیۡنَ ﴿٪﴾
Dan ingatlah hari ketika   musuh-musuh Allah dihimpun kepada Api, lalu mereka akan dibagi dalam kelompok-kelompok.  Hingga apabila mereka sampai kepadanya  telinga merekamata mereka, dan kulit mereka  menjadi saksi atas mereka mengenai apa yang selalu mereka kerjakan.      Dan mereka berkata kepada kulit mereka:  ”Mengapa kamu   memberi kesaksian terhadap kami?” Kulit mereka akan menjawab: ”Allah-lah Yang telah membuat kami berbicara seperti Dia telah membuat berbicara segala sesuatu, dan Dia-lah Yang pertama kali telah menciptakan kamu dan kepada Dia-lah kamu dikembalikan.   Dan kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi  bahwa telinga kamu, dan tidak pula  mata kamu, dan tidak pula kulit kamu, tetapi kamu menyangka bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan.   Dan itulah sangkaanmu yang kamu sangkakan kepada Rabb (Tuhan) kamu  yang telah membinasakanmu  maka jadilah kamu termasuk  orang-orang yang rugi.”   Lalu jika mereka bersabar  maka Api tempat-tinggal bagi mereka, dan jika mereka mengemukakan alasan  maka sekali-kali mereka tidak termasuk orang-orang  yang diterima alasan-alasannya. Dan Kami menetapkan bagi mereka teman-teman yang menampakkan indah bagi mereka apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka dan genaplah atas mereka firman Allah di kalangan  umat-umat  yang telah berlalu sebelum mereka dari jin dan  ins (manusia),  sesungguhnya mereka itu orang-orang yang  rugi. (Ha MimAs-Sajdah [41]:20-26). Lihat pula QS.24:25-26; QS.36:66.

(Bersambung)
       
Rujukan: The Holy Quran
Editor: Malik Ghulam Farid
oo0oo

Pajajaran Anyar, 27  Mei    2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar