Bismillaahirrahmaanirrahiim
MALAIKAT ALLAH
PERINGATAN
ALLAH SWT. KEPADA BANI ADAM MENGENAI TIPU-DAYA
SYAITAN & DAJJAL PENYEBAR FITNAH MERUPAKAN “POHON
TERLARANG” YANG MUNCUL DI AKHIR ZAMAN
Bab 76
Oleh
Ki Langlang Buana Kusuma
|
D
|
alam akhir
Bab sebelumnya telah dikemukakan mengenai
firman Allah Swt. kepada Nabi Besar Muhammad saw. agar tidak mengalami “kekeliruan” yang pernah terjadi pada Nabi Adam a.s. dan jama’ah beliau dalam mensikapi
“bujukan syaitan” yang penuh tipu-daya yang sangat menggelincirka,
Allah Swt. berfirman kepada Nabi Besar Muhammad saw.:
وَ کَذٰلِکَ
اَنۡزَلۡنٰہُ قُرۡاٰنًا عَرَبِیًّا وَّ
صَرَّفۡنَا فِیۡہِ مِنَ الۡوَعِیۡدِ لَعَلَّہُمۡ یَتَّقُوۡنَ اَوۡ یُحۡدِثُ
لَہُمۡ ذِکۡرًا ﴿﴾ فَتَعٰلَی اللّٰہُ
الۡمَلِکُ الۡحَقُّ ۚ وَ لَا تَعۡجَلۡ بِالۡقُرۡاٰنِ مِنۡ قَبۡلِ اَنۡ
یُّقۡضٰۤی اِلَیۡکَ وَحۡیُہٗ ۫ وَ
قُلۡ رَّبِّ زِدۡنِیۡ
عِلۡمًا ﴿﴾ وَ لَقَدۡ
عَہِدۡنَاۤ اِلٰۤی اٰدَمَ مِنۡ قَبۡلُ
فَنَسِیَ وَ لَمۡ
نَجِدۡ لَہٗ عَزۡمًا ﴿﴾٪
Dan demikianlah Kami
telah menurunkannya Al-Quran dalam bahasa
Arab dan Kami telah menerangkan
berulang-ulang di dalamnya berbagai
macam ancaman supaya mereka bertakwa
atau supaya perkataan ini mengingatkan mereka. فَتَعٰلَی اللّٰہُ الۡمَلِکُ الۡحَقُّ ۚ -- Maka Mahatinggi
Allah, Raja Yang Haq. وَ لَا تَعۡجَلۡ
بِالۡقُرۡاٰنِ مِنۡ قَبۡلِ اَنۡ یُّقۡضٰۤی اِلَیۡکَ وَحۡیُہٗ
-- Dan janganlah engkau tergesa-gesa membaca Al-Quran sebelum pewahyuannya dilengkapkan kepada engkau,
وَ قُلۡ
رَّبِّ زِدۡنِیۡ عِلۡمًا -- dan katakanlah: "Ya Rabb-ku (Tuhan‑ku), tambahkanlah
kepadaku ilmu pengetahuan.” (Thā Hā
[20]:114-115).
Pentingnya Terus Menerus Menyempurnakan Ilmu & Peringatan
Allah Swt. Untuk Bani Adam
Nabi Besar Muhammad saw. diriwayatkan pernah bersabda: "Carilah ilmu pengetahuan sekalipun mungkin
ditemukannya jauh di rantau Cina" (Shagir, jilid I). Di tempat lain dalam Al-Quran telah dilukiskan sebagai "karunia Allah yang sangat besar" (QS.2:270 & QS.4:114). Ilmu itu ada dua macam:
(1)
ilmu yang
dianugerahkan kepada manusia dengan perantaraan wahyu dan yang telah mencapai kesempurnaan
dalam wujud Al-Quran (QS.42:52-54;
QS.72:27-29).
(2)
ilmu yang
didapatkan oleh manusia dengan usaha
dan jerih-payahnya sendiri.
Ilmu jenis yang kedua --
karena diberikan secara umum sesuai dengan sifat Rahmaniyat Allah Swt.
-- sering kali menimbulkan ketakaburan pada pemiliknya, seperti
yang terjadi pada Qarun dan kaum-kaum
purbakala (QS.28:77-83; QS.39:50-53).
Dalam rangka menegaskan pentingnya melaksanakan perintah Allah Swt. – agar tidak keliru dalam menafsirkan Al-Quran --
kemudian Allah Swt. mengingatkan Nabi
Besar Muhammad saw. mengenai kealfaan yang dilakukan Nabi Adam a.s. ketika
salah-menafsirkan “bujukan” manusia syaitan yang
sangat meyakinkan tetapi penuh tipu-daya
firman-Nya:
وَ لَقَدۡ عَہِدۡنَاۤ اِلٰۤی اٰدَمَ مِنۡ قَبۡلُ فَنَسِیَ وَ
لَمۡ نَجِدۡ لَہٗ
عَزۡمًا ﴿﴾٪
Dan sungguh
Kami benar-benar telah membuat
perjanjian dengan Adam sebelum ini tetapi ia telah lupa dan Kami tidak
mendapatkan padanya tekad untuk berbuat
dosa (Thā Hā [20]:116).
Peringatan Allah Swt.
Kepada Bani Adam Mengenai Tipu-daya
Syaitan & Fungsi Keberadaan Iblis dan Syaitan
Pengalaman yang terjadi pada zaman Nabi
Adam a.s. dan para pengikut beliau tersebut – guna kewaspadaan keturunan beliau (Bani Adam) di masa
mendatang – telah diabadikan Allah
Swt. dalam Al-Quran sebagai peringatan
– sekali gus sebagai nubuatan --
firman-Nya:
یٰبَنِیۡۤ اٰدَمَ
قَدۡ اَنۡزَلۡنَا عَلَیۡکُمۡ لِبَاسًا یُّوَارِیۡ سَوۡاٰتِکُمۡ وَ رِیۡشًا ؕ
وَ لِبَاسُ التَّقۡوٰی ۙ ذٰلِکَ خَیۡرٌ ؕ ذٰلِکَ مِنۡ اٰیٰتِ اللّٰہِ لَعَلَّہُمۡ
یَذَّکَّرُوۡنَ ﴿﴾ یٰبَنِیۡۤ
اٰدَمَ لَا یَفۡتِنَنَّکُمُ
الشَّیۡطٰنُ کَمَاۤ اَخۡرَجَ
اَبَوَیۡکُمۡ مِّنَ الۡجَنَّۃِ یَنۡزِعُ
عَنۡہُمَا لِبَاسَہُمَا لِیُرِیَہُمَا سَوۡاٰتِہِمَا ؕ اِنَّہٗ یَرٰىکُمۡ ہُوَ وَ
قَبِیۡلُہٗ مِنۡ حَیۡثُ لَا تَرَوۡنَہُمۡ ؕ اِنَّا جَعَلۡنَا الشَّیٰطِیۡنَ
اَوۡلِیَآءَ لِلَّذِیۡنَ لَا
یُؤۡمِنُوۡنَ ﴿﴾
Wahai Bani Adam, sungguh Kami
telah menurunkan kepada kamu pakaian penutup auratmu dan sebagai perhiasan,
وَ لِبَاسُ
التَّقۡوٰی -- dan pakaian takwa
itulah yang terbaik, yang demikian itu adalah sebagian dari Tanda-tanda Allah,
supaya mereka mendapat nasihat. یٰبَنِیۡۤ اٰدَمَ
لَا یَفۡتِنَنَّکُمُ الشَّیۡطٰنُ کَمَاۤ اَخۡرَجَ اَبَوَیۡکُمۡ
مِّنَ الۡجَنَّۃِ -- Wahai Bani Adam, janganlah sekali-kali
membiarkan syaitan menggoda kamu
sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua orang-tua kamu dari kebun, یَنۡزِعُ عَنۡہُمَا لِبَاسَہُمَا
لِیُرِیَہُمَا سَوۡاٰتِہِمَا -- ia menanggalkan
pakaian keduanya itu untuk menampakkan kepada keduanya aurat mereka, اِنَّہٗ یَرٰىکُمۡ
ہُوَ وَ قَبِیۡلُہٗ مِنۡ حَیۡثُ لَا تَرَوۡنَہُمۡ -- sesungguhnya ia dan suku bangsanya melihat
kamu dari tempat yang kamu tidak
dapat melihat mereka. اِنَّا جَعَلۡنَا الشَّیٰطِیۡنَ
اَوۡلِیَآءَ لِلَّذِیۡنَ لَا
یُؤۡمِنُوۡنَ -- Sesungguhnya Kami
telah menjadikan syaitan-syaitan itu
sahabat-sahabat bagi orang-orang yang tidak beriman (Al-A’rāf [7]:28).
Ruh jahat yang disebut syaitan
dan mereka yang sebangsanya, pada umumnya tidak terlihat oleh mata jasmani.
Mereka mempergunakan pengaruh secara
tidak nampak dan mencari-cari kelemahan-kelemahan tersembunyi pada diri manusia
agar dapat membuatnya tetap mengumbar kelakuan jahatnya. Allah Swt. telah menciptakan syaitan hanya sebagai ujian
bagi manusia.
Syaitan
berlaku sebagai perintang dalam perlombaan ruhani yang sedang dihadapi
manusia. Keberadaan perintang-perintang
itu dimaksudkan tidak sebagai penghambat
melainkan untuk menciptakan persaingan
dalam perlombaan itu dan melipatgandakan upaya mereka.
Mereka yang tidak berhati-hati dan lalai
-- yaitu mereka yang tergelincir karena rintangan-rintangan
berupa tipu-daya syaitan itu -- dan
kemudian kalah dalam perlombaan harus menyesali diri mereka sendiri dan jangan menyalahkan orang atau
orang-orang yang menempatkan perintang-perintang
di jalan mereka untuk mencoba dan menguji ketabahan mereka.
Perbantahan di Antara
Sesama Pengikut Iblis dan Syaitan
Sehubungan keberadaan “manusia-manusia syaitan” seperti itu Allah Swt. berfirman mengenai
“perbantahan sengit” di akhirat
antara para pemimpin kekafiran dengan para pengikutnya
yang taqlid buta terhadap mereka,
firman-Nya:
وَ
بَرَزُوۡا لِلّٰہِ جَمِیۡعًا فَقَالَ الضُّعَفٰٓؤُا لِلَّذِیۡنَ اسۡتَکۡبَرُوۡۤا
اِنَّا کُنَّا لَکُمۡ تَبَعًا فَہَلۡ اَنۡتُمۡ مُّغۡنُوۡنَ عَنَّا مِنۡ عَذَابِ
اللّٰہِ مِنۡ شَیۡءٍ ؕ قَالُوۡا لَوۡ ہَدٰىنَا اللّٰہُ لَہَدَیۡنٰکُمۡ ؕ سَوَآءٌ عَلَیۡنَاۤ
اَجَزِعۡنَاۤ اَمۡ صَبَرۡنَا مَا
لَنَا مِنۡ مَّحِیۡصٍ ﴿٪﴾ وَ قَالَ الشَّیۡطٰنُ لَمَّا قُضِیَ الۡاَمۡرُ اِنَّ
اللّٰہَ وَعَدَکُمۡ وَعۡدَ الۡحَقِّ وَ وَعَدۡتُّکُمۡ فَاَخۡلَفۡتُکُمۡ ؕ وَ مَا
کَانَ لِیَ عَلَیۡکُمۡ مِّنۡ سُلۡطٰنٍ
اِلَّاۤ اَنۡ دَعَوۡتُکُمۡ
فَاسۡتَجَبۡتُمۡ لِیۡ ۚ فَلَا تَلُوۡمُوۡنِیۡ وَ لُوۡمُوۡۤا اَنۡفُسَکُمۡ ؕ
مَاۤ اَنَا بِمُصۡرِخِکُمۡ وَ مَاۤ اَنۡتُمۡ بِمُصۡرِخِیَّ ؕ اِنِّیۡ کَفَرۡتُ
بِمَاۤ اَشۡرَکۡتُمُوۡنِ مِنۡ قَبۡلُ ؕ اِنَّ الظّٰلِمِیۡنَ لَہُمۡ عَذَابٌ اَلِیۡمٌ ﴿﴾
Dan mereka itu semua akan tampil di hadapan Allah, maka akan berkata orang-orang yang lemah kepada orang-orang yang takabur: اِنَّا کُنَّا لَکُمۡ تَبَعًا فَہَلۡ
اَنۡتُمۡ مُّغۡنُوۡنَ عَنَّا مِنۡ عَذَابِ اللّٰہِ مِنۡ شَیۡءٍ -- “Sesungguhnya
kami dahulu pengikut-pengikut kamu,
lalu tidak dapatkah kamu mengelakkan kami dari azab Allah sedikit pun?” قَالُوۡا لَوۡ ہَدٰىنَا
اللّٰہُ لَہَدَیۡنٰکُمۡ ؕ سَوَآءٌ عَلَیۡنَاۤ
اَجَزِعۡنَاۤ اَمۡ صَبَرۡنَا مَا
لَنَا مِنۡ مَّحِیۡصٍ -- Mereka berkata: “Seandainya Allah memberi petunjuk kepada kami,
pasti kami pun telah memberi petunjuk
kepada kamu. Adalah sama saja bagi
kita, apakah kita berkeluh-kesah atau kita bersabar, sekali-kali tidak
ada bagi kita jalan untuk melepaskan diri.” وَ قَالَ الشَّیۡطٰنُ لَمَّا قُضِیَ الۡاَمۡرُ اِنَّ
اللّٰہَ وَعَدَکُمۡ وَعۡدَ الۡحَقِّ -- Dan tatkala perkara itu telah diputuskan, syaitan
berkata: “Sesungguhnya Allah telah
menjanjikan kepada kamu suatu janji yang benar, وَ وَعَدۡتُّکُمۡ
فَاَخۡلَفۡتُکُمۡ -- dan aku
pun menjanjikan kepada kamu tetapi aku
telah menyalahinya, وَ مَا کَانَ لِیَ عَلَیۡکُمۡ مِّنۡ سُلۡطٰنٍ -- dan
aku sekali-kali tidak memiliki kekuasaan
apa pun atas kamu, اِلَّاۤ اَنۡ دَعَوۡتُکُمۡ
فَاسۡتَجَبۡتُمۡ لِیۡ -- melainkan aku telah mengajak kamu lalu kamu telah mengabulkan ajakanku.
فَلَا
تَلُوۡمُوۡنِیۡ وَ لُوۡمُوۡۤا اَنۡفُسَکُمۡ -- Karena itu janganlah kamu mengecamku tetapi kecamlah diri kamu sendiri. مَاۤ
اَنَا بِمُصۡرِخِکُمۡ وَ مَاۤ
اَنۡتُمۡ بِمُصۡرِخِیَّ
-- Aku sama sekali tidak dapat menolong kamu dan kamu pun
sama sekali tidak dapat menolongku. اِنِّیۡ کَفَرۡتُ
بِمَاۤ اَشۡرَکۡتُمُوۡنِ مِنۡ قَبۡلُ
-- Sesungguhnya aku telah
mengingkari apa yang kamu
persekutukan denganku sebelumnya, اِنَّ الظّٰلِمِیۡنَ لَہُمۡ عَذَابٌ اَلِیۡمٌ
-- sesungguhnya orang-orang yang
zalim itu bagi mereka ada azab yang
pedih.” (Ibrahim [14]:22-23).
Penyesalan yang Terlambat
Ayat 27 menerangkan perbantahan yang terjadi di akhirat antara para pemimpin
kaum orang-orang kafir dengan para pengikut
fanatik mereka dalam melakukan penentangan
terhadap para rasul Allah, ternyata
akibatnya mereka harus memasuki “neraka jahannam”,
firman-Nya:
یَوۡمَ
تُقَلَّبُ وُجُوۡہُہُمۡ فِی النَّارِ یَقُوۡلُوۡنَ یٰلَیۡتَنَاۤ اَطَعۡنَا اللّٰہَ وَ اَطَعۡنَا الرَّسُوۡلَا ﴿﴾ وَ قَالُوۡا
رَبَّنَاۤ اِنَّاۤ اَطَعۡنَا سَادَتَنَا وَ کُبَرَآءَنَا فَاَضَلُّوۡنَا السَّبِیۡلَا ﴿﴾ رَبَّنَاۤ اٰتِہِمۡ
ضِعۡفَیۡنِ مِنَ الۡعَذَابِ وَ الۡعَنۡہُمۡ
لَعۡنًا کَبِیۡرًا ﴿٪﴾
Pada hari itu ketika para pemuka mereka akan
dibolak-balikkan di dalam api dan
mereka akan berkata: یٰلَیۡتَنَاۤ اَطَعۡنَا
اللّٰہَ وَ اَطَعۡنَا الرَّسُوۡلَا -- ”Alangkah baiknya seandainya kami
mentaati Allah dan menaati Rasul.” وَ قَالُوۡا
رَبَّنَاۤ اِنَّاۤ اَطَعۡنَا سَادَتَنَا وَ کُبَرَآءَنَا -- Dan mereka akan berkata: “Wahai Rabb
Tuhan kami, kami telah mentaati
pemimpin-pemimpin kami dan pembesar-pembesar
kami فَاَضَلُّوۡنَا السَّبِیۡلَا -- lalu mereka
menyesatkan kami dari jalan lurus. رَبَّنَاۤ اٰتِہِمۡ ضِعۡفَیۡنِ مِنَ الۡعَذَابِ وَ
الۡعَنۡہُمۡ لَعۡنًا کَبِیۡرًا -- “Wahai Rabb (Tuhan) kami, datangkanlah kepada mereka azab dua kali lipat, dan laknatlah mereka dengan laknat yang besar” (Al-Ahzab
[33]:67-69).
Dalam
ayat 67 disinggung tentang para pemimpin kaum kafir, sebab wujuh berarti juga para pemimpin. Dalam ayat tersebut disebutkan pemimpin-pemimpin tingkat bawah, sedangkan dalam ayat 68 adalah
para pemimpin kaum tingkat atas.
Merupakan fitrat
manusia suka berusaha melemparkan
noda perbuatan-perbuatan buruknya sendiri
kepada orang lain, sehingga kedua belah tersebut yang tadinya bekerja-sama dalam melakukan penentangan terhadap para rasul Allah, tetapi ketika makar-makar buruk mereka mengalami kegagalan kemudian mereka berbalik saling
menyalahkan bahkan saling mengutuk
(QS.7:39; QS.28:64; QS.34:32-33; QS.40:48:49), firman-Nya:
اَلۡمُلۡکُ
یَوۡمَئِذِۣ الۡحَقُّ لِلرَّحۡمٰنِ ؕ وَ کَانَ یَوۡمًا عَلَی الۡکٰفِرِیۡنَ
عَسِیۡرًا ﴿﴾ وَ یَوۡمَ
یَعَضُّ الظَّالِمُ عَلٰی یَدَیۡہِ
یَقُوۡلُ یٰلَیۡتَنِی اتَّخَذۡتُ مَعَ الرَّسُوۡلِ سَبِیۡلًا ﴿﴾ یٰوَیۡلَتٰی لَیۡتَنِیۡ لَمۡ اَتَّخِذۡ
فُلَانًا خَلِیۡلًا ﴿﴾ لَقَدۡ اَضَلَّنِیۡ
عَنِ الذِّکۡرِ بَعۡدَ اِذۡ جَآءَنِیۡ ؕ وَ کَانَ الشَّیۡطٰنُ
لِلۡاِنۡسَانِ خَذُوۡلًا ﴿﴾ وَ قَالَ
الرَّسُوۡلُ یٰرَبِّ اِنَّ قَوۡمِی اتَّخَذُوۡا ہٰذَا الۡقُرۡاٰنَ
مَہۡجُوۡرًا ﴿﴾ وَ کَذٰلِکَ
جَعَلۡنَا لِکُلِّ نَبِیٍّ عَدُوًّا مِّنَ الۡمُجۡرِمِیۡنَ ؕ وَ کَفٰی بِرَبِّکَ
ہَادِیًا وَّ نَصِیۡرًا ﴿﴾
Kerajaan yang haq pada hari itu milik
Yang Maha Pemurah, dan azab pada hari
itu atas orang-orang kafir sangat keras. Dan pada
hari itu orang zalim akan menggigit-gigit kedua tangannya lalu berkata: یٰلَیۡتَنِی اتَّخَذۡتُ مَعَ الرَّسُوۡلِ
سَبِیۡلًا -- ”Wahai alangkah baiknya jika aku mengambil jalan bersama dengan Rasul itu. یٰوَیۡلَتٰی
لَیۡتَنِیۡ لَمۡ اَتَّخِذۡ فُلَانًا خَلِیۡلًا -- Wahai celakalah
aku, alangkah baiknya seandainya aku
tidak menjadikan si fulan itu sahabat.
لَقَدۡ
اَضَلَّنِیۡ عَنِ الذِّکۡرِ بَعۡدَ اِذۡ جَآءَنِیۡ -- Sungguh
ia benar-benar telah melalaikanku
dari mengingat kepada Allah sesudah
ia datang kepadaku.” وَ کَانَ الشَّیۡطٰنُ لِلۡاِنۡسَانِ خَذُوۡلًا
-- Dan syaitan selalu menelantarkan manusia. وَ قَالَ الرَّسُوۡلُ
یٰرَبِّ اِنَّ قَوۡمِی اتَّخَذُوۡا ہٰذَا
الۡقُرۡاٰنَ مَہۡجُوۡرًا
-- Dan Rasul itu berkata: “Ya Rabb-ku (Tuhan-ku), sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Quran ini sesuatu
yang telah ditinggalkan.” وَ کَذٰلِکَ
جَعَلۡنَا لِکُلِّ نَبِیٍّ عَدُوًّا مِّنَ الۡمُجۡرِمِیۡنَ -- Dan
demikianlah Kami telah menjadikan musuh bagi tiap-tiap nabi dari antara orang-orang yang berdosa, وَ کَفٰی بِرَبِّکَ ہَادِیًا وَّ
نَصِیۡرًا -- dan cukuplah Rabb (Tuhan) engkau sebagai pemberi petunjuk dan penolong.
(Al-Furqān
[25]:27-32).
“Dajjal”
Merupakan “Pohon terlarang” di Akhir
Zaman & Sabda-sabda Nabi Besar Muhammad Saw. Mengenai Dajjal
Dari penjelasan berbagai ayat Al-Quran tersebut
jelaslah bahwa yang dimaksud dengan “syaitan”
yang membujuk Adam a.s. dan “istrinya” agar melanggar perintah Allah Swt. yang melarang mereka mendekati “pohon
terlarang” dalam “jannah” (QS.7:12-26), bukan makhluk halus melainkan dari kalangan manusia,
yaitu orang-orang kafir yang menghembuskan kewaswasan
yang disebut khannās sebagaimana yang
dikemukakan Allah Swt. dalam surah An-Nās, -- yang di Akhir Zaman ini mengambil wujud “fitnah Dajjal” --
firman-Nya:
بِسۡمِ اللّٰہِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡمِ
﴿﴾ قُلۡ اَعُوۡذُ بِرَبِّ النَّاسِ ۙ﴿﴾ مَلِکِ النَّاسِ ۙ﴿﴾
اِلٰہِ النَّاسِ ۙ﴿﴾ مِنۡ شَرِّ الۡوَسۡوَاسِ ۬ۙ الۡخَنَّاسِ ۪ۙ﴿﴾ الَّذِیۡ یُوَسۡوِسُ فِیۡ
صُدُوۡرِ النَّاسِ ۙ﴿﴾ مِنَ الۡجِنَّۃِ وَ
النَّاسِ ٪﴿﴾
Aku baca dengan nama Allah, Maha Pemurah,
Maha Penyayang. Katakanlah: “Aku berlindung kepada Rabb (Tuhan) manusia, Raja
manusia, Sembahan
manusia, مِنۡ شَرِّ الۡوَسۡوَاسِ ۬ۙ الۡخَنَّاسِ -- “Dari keburukan
bisikan-bisikan syaitan yang tersembunyi, الَّذِیۡ یُوَسۡوِسُ فِیۡ صُدُوۡرِ
النَّاسِ -- yang membisikkan ke dalam hati manusia, مِنَ الۡجِنَّۃِ وَ النَّاسِ -- dari kalangan
jin dan manusia.” (An-Nās [114]:1-7).
Berikut ini beberapa
sabda Nabi Besar Muhammad saw. mengenai
gambaran kiasan mengenai kesuksesan
duniawi yang diraih segolongan
manusia atau suatu bangsa
di Akhir Zaman ini yang
disebut “Dajjal” atau Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog):
Dari Anas radhiallahu `anhu berkata
bahwa Rasulullah sallallāhu `alaihi
wasallam bersabda: “Tidak ada seorang nabi pun melainkan telah memperingatkan
kepada umatnya terhadap si buta sebelah yang sangat pendusta.
Ingatlah bahwasanya Dajjal itu buta sebelah, dan sesungguhnya Tuhan
Yang Maha Mulia lagi Maha Agung itu tidaklah buta sebelah. Dan di
antara dua mata Dajjal itu ada tulisan ”ka fa ra” (kafir)” (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Alasan mengapa Dajjal serta “fitnah Dajjal”
yang sangat berbahaya bagi Tauhid Ilahi orang-orang yang lemah iman disebut “si pendusta besar”, dijelaskan oleh Nabi Besar Muhammad saw.:
Dari Rib`iy bin Hirasy berkata: “Saya pergi bersama
Abu Mas`ud al-Ansari ke tempat Huzdaifah
bin Al-Yaman radhi Allahu `anhum,
kemudian Abu Mas`ud berkata kepada Hudzaifah, “Ceritakanlah kepadaku berita
tentang Dajjal yang engkau dengar dari Rasulullah sallallahu `alaihi
wasallam. ”Hudzaifah berkata, “Sesungguhnya Dajjal itu akan keluar
dengan membawa air dan api. Adapun apa yang terlihat air
oleh manusia maka itu sebenarnya adalah api yang membakar.
Sedangkan apa yang terlihat api oleh manusia maka itu sebenarnya adalah air
yang dingin dan segar.” Barangsiapa di antara kamu sekalian berjumpa
dengan Dajjal, maka hendaklah ia membuat keputusan memilih pada apa
yang terlihat sebagai api kerana sesungguhnya itu adalah air yang segar
dan baik.” Kemudian Abu Mas`ud berkata, “Saya pun telah mendengar
berita yang seperti itu” (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Dari Abu Hurairah radhiallāhu `anhu
berkata, bahwa Rasulullah sallallāhu
`alaihi wasallam bersabda: “Sukakah
aku jelaskan kepada kamu tentang Dajjal yang belum pernah dijelaskan oleh
seorang nabi kepada
umatnya. Sesungguhnya Dajjal itu buta sebelah dan sesungguhnya ia akan
muncul dengan membawa semacam surga dan neraka. Sesuatu yang
dikatakan surga oleh Dajjal itu
sebenarnya adalah neraka.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Kemudian mengenai keadaan al-Masih Dajjal yang sangat rajin menyesatkan manusia dari Tauhid
Ilahi digambarkan Nabi Besar Muhammad saw. secara kiasan:
Dari
Ibnu `Umar radhiallāhu `anhuma bahawasanya Rasulullah
sallallāhu `alaihi wasallam menyebut-nyebut Dajjal di tengah-tengah manusia, di mana Baginda bersabda: “Sesungguhnya ALLAH itu tidaklah buta sebelah. Ingatlah
bahwasanya al-Masih Dajjal itu mata sebelah kanannya buta, matanya itu seperti
buah anggur yang menonjol keluar.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Dari Anas radhiallāhu `anhu berkata bahwa
Rasulullah sallallāhu `alaihi wasallam
telah bersabda: “Tiada suatu
negeri pun melainkan akan diinjak oleh Dajjal kecuali Makkah dan Madinah,
tiada suatu jalan pada kedua-dua negeri itu melainkan di situ pasti ada
malaikat yang berbaris menjaganya. Maka berhentilah Dajjal pada tempat
yang gersang berdekatan Madinah, kemudian kota Madinah digoncangkan di mana Allah
bermaksud untuk mengeluarkan setiap orang kafir dan munafik dari Madinah” (HR
Muslim).
Dari Anas radhiallāhu `anhu bahawasanya Rasulullah sallallāhu `alaihi wasallam
telah bersabda: “Orang
Yahudi Isbahan sebanyak 70,000 yang
lengkap dengan pakaian seragamnya akan selalu mengikuti Dajjal.” (HR
Muslim).
Dari Ummu Syarik radhiallāhu
`anha bahwasanya dia mendengar Rasulullah
sallallāhu `alaihi wasallam bersabda: “Sungguh
manusia melarikan diri dari Dajjal sampai di atas gunung.” (HR Muslim).
Dari `Imran bin Husain radhiallāhu
`anhuma berkata, saya mendengar Rasulullah
sallallāhu `alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada perkara
sejak kejadian Adam sallallāhu `alaihi wasallam hingga Hari Kiamat lebih besar
daripada perkara mengenai Dajjal” (HR Muslim).
Dari Abu Hurairah radhiallāhu `anhu, dari
Nabi sallallāhu `alaihi wasallam beliau bersabda: Kiamat
tidak akan terjadi sebelum dibangkitkan dajjal-dajjal pendusta yang berjumlah
sekitar tiga puluh, semuanya mengaku bahwa ia adalah utusan Allah. (HR. Muslim).
Adanya
Para Pendakwa yang Palsu Membuktikan Keberadaan Pendakwa
yang Asli
Merupakan ketentuan umum bahwa munculnya barang-barang palsu mengindikasikan keberadaan barang yang asli, demikian pula hanya berkenaan dengan kedatangan Rasul Akhir Zaman dari
kalangan Bani Adam (QS.7:35-37; QS.61:10; QS.62:3-4; QS.pun
pasti akan muncul para pendakwa palsu -- yang
merupakan bagian dari hadangan Iblis dan tipu-daya syaitan di “jalan
Allah”, sebagaimana yang diancamkan iblis kepada Allah Swt. berkenaan dengan Adam (Khalifah Allah) dan para pengikutnya
(QS.7:12-19; QS.15:29-45; QS.17:62-66;
QS.38:72-86), firman-Nya:
وَ
مَاۤ اَرۡسَلۡنَا مِنۡ قَبۡلِکَ مِنۡ
رَّسُوۡلٍ وَّ لَا نَبِیٍّ اِلَّاۤ اِذَا تَمَنّٰۤی اَلۡقَی الشَّیۡطٰنُ فِیۡۤ
اُمۡنِیَّتِہٖ ۚ فَیَنۡسَخُ اللّٰہُ مَا یُلۡقِی الشَّیۡطٰنُ ثُمَّ یُحۡکِمُ
اللّٰہُ اٰیٰتِہٖ ؕ وَ اللّٰہُ عَلِیۡمٌ حَکِیۡمٌ ﴿ۙ﴾
Dan Kami tidak pernah mengirim seorang rasul
dan tidak pula seorang nabi اِلَّاۤ اِذَا تَمَنّٰۤی اَلۡقَی الشَّیۡطٰنُ فِیۡۤ
اُمۡنِیَّتِہٖ -- melainkan
apabila ia menginginkan sesuatu maka
syaitan meletakkan hambatan pada keinginannya, فَیَنۡسَخُ اللّٰہُ
مَا یُلۡقِی الشَّیۡطٰنُ ثُمَّ
یُحۡکِمُ اللّٰہُ اٰیٰتِہٖ ؕ -- tetapi Allah melenyapkan hambatan yang diletakkan oleh syaitan, وَ
اللّٰہُ عَلِیۡمٌ حَکِیۡمٌ -- dan Allah
Maha Mengetahui, Maha
Bijaksana. (Al-Hajj [22]:53). Lihat
pula QS.6:112-114.
(Bersambung)
Rujukan: The
Holy Quran
Editor: Malik Ghulam Farid
oo0oo
Pajajaran
Anyar,23 Juni 2016
New Vegas Resort Casino & Spa Reviews - KTNV
BalasHapusAs the hotel 경기도 출장샵 gets 전라남도 출장샵 larger, the rooms will be much smaller, 계룡 출장안마 and the communitykhabar rooms are bigger. For me, the rooms are smaller. For 상주 출장안마 me, they are larger, more spacious. Rating: 4 · 3,624 votes