Senin, 20 Juni 2016

Pengulangan "Kedengkian" Dalam Kisah Monumental "Dua Anak Adam" Oleh Bani Israil Terhadap Nabi Besar Muhammad Saw. dari Kalangan Bani Isma'il & Kutukan Nabi Daud a.s. dan Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. Kepada Bani Israil


Bismillaahirrahmaanirrahiim

  MALAIKAT ALLAH 


  PENGULANGAN  KEDENGKIAN  DALAM  KISAH MONUMENTAL “DUA ANAK ADAM”  OLEH  BANI ISRIL KEPADA  NABI BESAR MUHAMMAD SAW.  DARI KALANGAN BANI ISMA’IL  &  KUTUKAN NABI DAUD A.S. DAN NABI ISA IBNU MARYAM A.S. KEPADA BANI ISRAIL

Bab 70

 Oleh

Ki Langlang Buana Kusuma

D
alam   akhir  Bab   sebelumnya   telah dikemukakan   kisah monumental “Dua anak Adam” (QS.5:28-32), bahwa  walau pun bersifat umum   tetapi  secara khusus tertuju kepada Bani Israil,  sebagaimana dijelaskan dalam  firman Allah Swt. selanjutnya:
مِنۡ اَجۡلِ ذٰلِکَ ۚۛؔ کَتَبۡنَا عَلٰی بَنِیۡۤ اِسۡرَآءِیۡلَ اَنَّہٗ مَنۡ قَتَلَ نَفۡسًۢا بِغَیۡرِ نَفۡسٍ اَوۡ فَسَادٍ فِی الۡاَرۡضِ فَکَاَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِیۡعًا ؕ وَ مَنۡ  اَحۡیَاہَا فَکَاَنَّمَاۤ اَحۡیَا النَّاسَ جَمِیۡعًا ؕ وَ لَقَدۡ جَآءَتۡہُمۡ رُسُلُنَا بِالۡبَیِّنٰتِ ۫ ثُمَّ  اِنَّ کَثِیۡرًا مِّنۡہُمۡ بَعۡدَ ذٰلِکَ فِی الۡاَرۡضِ لَمُسۡرِفُوۡنَ ﴿﴾
Oleh sebab itu کَتَبۡنَا عَلٰی بَنِیۡۤ اِسۡرَآءِیۡلَ   --  Kami tetapkan bagi Bani Israil bahwa: اَنَّہٗ مَنۡ قَتَلَ نَفۡسًۢا بِغَیۡرِ نَفۡسٍ اَوۡ فَسَادٍ فِی الۡاَرۡضِ  --    Barangsiapa yang membunuh seseorang,  padahal orang itu tidak pernah membunuh orang lain atau  telah mengadakan kerusakan  di bumi, فَکَاَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِیۡعًا  -- maka seolah-olah ia membunuh seluruh manusia;  وَ مَنۡ  اَحۡیَاہَا فَکَاَنَّمَاۤ اَحۡیَا النَّاسَ جَمِیۡعًا --  dan barangsiapa menyelamatkan nyawa seseorang maka ia seolah-olah menghidupkan seluruh manusia. وَ لَقَدۡ جَآءَتۡہُمۡ رُسُلُنَا بِالۡبَیِّنٰتِ ۫   -- Dan sungguh benar-benar telah datang kepada mereka  rasul-rasul Kami dengan Tanda-tanda yang nyata,  ثُمَّ  اِنَّ کَثِیۡرًا مِّنۡہُمۡ بَعۡدَ ذٰلِکَ فِی الۡاَرۡضِ لَمُسۡرِفُوۡنَ -- kemudian sesudah itu  sungguh kebanyakan dari mereka benar-benar melampaui batas di bumi.  (Al-Māidah [33).    

Kedatangan “Nabi yang Seperti Musa

    Apa yang diisyaratkan dalam ayat ini yaitu suatu peristiwa yang serupa dengan apa yang tersebut di sini mengenai kedua putra Adam, tetapi peristiwa yang mengandung arti yang jauh lebih luas lagi penting itu akan terjadi kelak di kemudian hari.  Yakni  sesuai nubuatan  dalam Bible (Ulangan 18:15-19 & 33:2; Yesaya 21:13-17 & 20:62; Syiru’Lasyar 1:5-6;  Hubakuk 3-7;  Matius 23:39;  Yahya 14:16, 26 & 16:7-14; Wahyu 16:12-13), seorang nabi Allah akan muncul di antara saudara-saudara Bani Israil, -- yakni dari kalangan Bani Isma’il -- dalam wujud Nabi Besar Muhammad saw.,  seorang  rasul Allah  untuk  seluruh umat manusia,   sebagaimana firman-Nya kepada Nabi Besar Muhammad saw.: 
قُلۡ یٰۤاَیُّہَا النَّاسُ اِنِّیۡ رَسُوۡلُ اللّٰہِ اِلَیۡکُمۡ جَمِیۡعَۨا الَّذِیۡ لَہٗ  مُلۡکُ السَّمٰوٰتِ  وَ الۡاَرۡضِ ۚ لَاۤ اِلٰہَ  اِلَّا ہُوَ یُحۡیٖ وَ یُمِیۡتُ ۪ فَاٰمِنُوۡا  بِاللّٰہِ وَ رَسُوۡلِہِ النَّبِیِّ  الۡاُمِّیِّ  الَّذِیۡ یُؤۡمِنُ بِاللّٰہِ وَ کَلِمٰتِہٖ وَ اتَّبِعُوۡہُ  لَعَلَّکُمۡ تَہۡتَدُوۡنَ ﴿﴾
Katakanlah: “Hai manusia,  sesungguhnya aku Rasul Allah kepada kamu semua. Dia-lah Yang Memiliki  kerajaan seluruh langit dan bumi, tidak ada Tuhan kecuali Dia.  Dia menghidupkan dan mematikanفَاٰمِنُوۡا  بِاللّٰہِ وَ رَسُوۡلِہِ النَّبِیِّ  الۡاُمِّیِّ  الَّذِیۡ یُؤۡمِنُ بِاللّٰہِ وَ کَلِمٰتِہٖ   --  maka berimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi Ummi yang beriman kepada Allah dan Kalimat-kalimat-Nya, وَ اتَّبِعُوۡہُ  لَعَلَّکُمۡ تَہۡتَدُوۡنَ --  dan  ikutilah dia supaya kamu mendapat petunjuk.” (Al-A’rāf [7]:158-159). Lihat pula  QS.21:108;  QS.25:2;  QS.34:29.
      Berikut ini adalah nubuatan dalam Bible  mengenai kedatangan “nabi yang seperti Musa” yang muncul dari kalangan saudara Bani Israil, yakni Bani Isma’il:
18:15 Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku , akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan. 18:16 Tepat seperti yang kamu minta dahulu kepada TUHAN, Allahmu, di gunung Horeb, pada hari perkumpulan, dengan berkata: Tidak mau aku mendengar lagi suara TUHAN, Allahku, dan api yang besar ini tidak mau aku melihatnya lagi, supaya jangan aku mati. 18:17 Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik; 18:18 seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. 18:19 Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban. (Ulangan 18:15-19).

Jawaban Allah Swt.  Atas Doa Nabi Musa a.s.

      Pada hakikatnya nubuatan  mengenai pengutusan   “nabi yang seperti Musa”  dari kalangan Bani Ismail  -- yakni  Nabi Besar Muhammad saw.  (QS.46:11; QS.73:16-17)  -- tersebut merupakan   jawaban Allah Swt. kepada permohonan ampun yang dipanjatkan Nabi Musa a.s. di gunung Thur akibat kedurhakaan Bani Israil  yang kembali menyembah patung anak sapi buatan Samiri (QS.2:149-157; QS.20:84-99), sebagaimana dikemukakan sebelumnya:
18:16 Tepat seperti yang kamu minta dahulu kepada TUHAN, Allahmu, di gunung Horeb, pada hari perkumpulan, dengan berkata: Tidak mau aku mendengar lagi suara TUHAN, Allahku, dan api yang besar ini tidak mau aku melihatnya lagi, supaya jangan aku mati. (Ulangan 18:16).
     Sesuai dengan hal tersebut, berikut ini   doa  yang dipanjatkan Nabi Musa a.s. kepada Allah Swt. firman-Nya:
وَ لَمَّا سَکَتَ عَنۡ  مُّوۡسَی الۡغَضَبُ  اَخَذَ الۡاَلۡوَاحَ ۚۖ وَ فِیۡ نُسۡخَتِہَا ہُدًی وَّ رَحۡمَۃٌ  لِّلَّذِیۡنَ ہُمۡ  لِرَبِّہِمۡ یَرۡہَبُوۡنَ ﴿﴾ وَ اخۡتَارَ مُوۡسٰی قَوۡمَہٗ سَبۡعِیۡنَ رَجُلًا لِّمِیۡقَاتِنَا ۚ فَلَمَّاۤ  اَخَذَتۡہُمُ الرَّجۡفَۃُ قَالَ رَبِّ لَوۡ شِئۡتَ اَہۡلَکۡتَہُمۡ مِّنۡ قَبۡلُ وَ اِیَّایَ ؕ اَتُہۡلِکُنَا بِمَا فَعَلَ السُّفَہَآءُ مِنَّا ۚ اِنۡ ہِیَ  اِلَّا فِتۡنَتُکَ ؕ تُضِلُّ بِہَا مَنۡ تَشَآءُ وَ تَہۡدِیۡ مَنۡ تَشَآءُ ؕ اَنۡتَ وَلِیُّنَا فَاغۡفِرۡ لَنَا وَ ارۡحَمۡنَا وَ  اَنۡتَ  خَیۡرُ  الۡغٰفِرِیۡنَ ﴿﴾  وَ اکۡتُبۡ لَنَا فِیۡ ہٰذِہِ الدُّنۡیَا حَسَنَۃً  وَّ  فِی الۡاٰخِرَۃِ   اِنَّا ہُدۡنَاۤ   اِلَیۡکَ ؕ قَالَ عَذَابِیۡۤ  اُصِیۡبُ  بِہٖ  مَنۡ  اَشَآءُ ۚ وَ رَحۡمَتِیۡ وَسِعَتۡ کُلَّ شَیۡءٍ ؕ فَسَاَکۡتُبُہَا لِلَّذِیۡنَ یَتَّقُوۡنَ وَ یُؤۡتُوۡنَ الزَّکٰوۃَ وَ الَّذِیۡنَ ہُمۡ بِاٰیٰتِنَا یُؤۡمِنُوۡنَ ﴿﴾ۚ اَلَّذِیۡنَ یَتَّبِعُوۡنَ الرَّسُوۡلَ النَّبِیَّ الۡاُمِّیَّ الَّذِیۡ یَجِدُوۡنَہٗ مَکۡتُوۡبًا عِنۡدَہُمۡ فِی التَّوۡرٰىۃِ وَ الۡاِنۡجِیۡلِ ۫ یَاۡمُرُہُمۡ بِالۡمَعۡرُوۡفِ وَ یَنۡہٰہُمۡ عَنِ الۡمُنۡکَرِ وَ یُحِلُّ لَہُمُ الطَّیِّبٰتِ وَ یُحَرِّمُ عَلَیۡہِمُ الۡخَبٰٓئِثَ وَ یَضَعُ عَنۡہُمۡ اِصۡرَہُمۡ وَ الۡاَغۡلٰلَ الَّتِیۡ کَانَتۡ عَلَیۡہِمۡ ؕ فَالَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا بِہٖ  وَ عَزَّرُوۡہُ وَ نَصَرُوۡہُ  وَ اتَّبَعُوا النُّوۡرَ الَّذِیۡۤ اُنۡزِلَ مَعَہٗۤ ۙ اُولٰٓئِکَ  ہُمُ  الۡمُفۡلِحُوۡنَ ﴿﴾٪
Dan tatkala kemarahan Musa sudah reda, ia mengambil lempeng-lempeng batu tulis itu,   di dalam tulisannya ada petunjuk dan rahmat bagi mereka yang takut kepada Rabbnya (Tuhannya).  Dan Musa memilih tujuh puluh orang laki-laki dari kaumnya untuk waktu yang Kami tetapkan. Tetapi  tatkala gempa bumi mengguncang  mereka Musa berkata: “Ya Rabb-ku (Tuhan-ku),  jika  Engkau menghendaki,  Engkau dapat membinasakan mereka dan diriku sebelum ini. Apakah Engkau akan membinasakan kami disebabkan oleh apa yang diperbuat oleh orang-orang bodoh di antara kami? Ini tidak lain melainkan suatu cobaan dari Engkau, dengannya   Engkau menyesatkan siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau memberi petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki. Engkau-lah Pelindung kami, maka ampunilah kami dan kasihilah kami dan Engkau-lah sebaik-baik Pemberi ampun.    Dan  tetapkanlah bagi kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat. Sesungguhnya kami telah mendapat petunjuk untuk kembali kepada Engkau.”  قَالَ عَذَابِیۡۤ  اُصِیۡبُ  بِہٖ  مَنۡ  اَشَآءُ ۚ وَ رَحۡمَتِیۡ وَسِعَتۡ کُلَّ شَیۡءٍ --  Dia berfirman:   Azab-Ku akan Kutimpakan  kepada siapa yang Aku kehendaki, tetapi   rahmat-Ku meliputi segala sesuatu, فَسَاَکۡتُبُہَا لِلَّذِیۡنَ یَتَّقُوۡنَ وَ یُؤۡتُوۡنَ الزَّکٰوۃَ وَ الَّذِیۡنَ ہُمۡ بِاٰیٰتِنَا یُؤۡمِنُوۡنَ  -- maka  segera  Aku tetapkan bagi  orang-orang yang bertakwa, dan  mereka yang membayar zakat, dan mereka yang beriman kepada Tanda-tanda Kamiاَلَّذِیۡنَ یَتَّبِعُوۡنَ الرَّسُوۡلَ النَّبِیَّ الۡاُمِّیَّ الَّذِیۡ یَجِدُوۡنَہٗ مَکۡتُوۡبًا عِنۡدَہُمۡ فِی التَّوۡرٰىۃِ وَ الۡاِنۡجِیۡلِ --  “Yaitu orang-orang yang mengikuti Rasul,  Nabi Ummi, yang mereka dapati tercantum di dalam Taurat dan Injil  yang ada pada merekaیَاۡمُرُہُمۡ بِالۡمَعۡرُوۡفِ وَ یَنۡہٰہُمۡ عَنِ الۡمُنۡکَرِ وَ یُحِلُّ لَہُمُ الطَّیِّبٰتِ وَ یُحَرِّمُ عَلَیۡہِمُ الۡخَبٰٓئِثَ وَ یَضَعُ عَنۡہُمۡ اِصۡرَہُمۡ وَ الۡاَغۡلٰلَ الَّتِیۡ کَانَتۡ عَلَیۡہِمۡ  --   Ia menyuruh mereka kepada yang makruf,  dan melarang mereka dari yang mungkar, dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik, dan  mengharamkan bagi mereka segala yang buruk, serta menyingkirkan dari mereka beban mereka dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. فَالَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا بِہٖ  وَ عَزَّرُوۡہُ وَ نَصَرُوۡہُ  وَ اتَّبَعُوا النُّوۡرَ الَّذِیۡۤ اُنۡزِلَ مَعَہٗۤ ۙ  -- Maka orang-orang yang  beriman kepadanya, dan  mendukungnya,   dan menolongnya, serta mengikuti cahaya yang telah diturunkan besertanya, اُولٰٓئِکَ  ہُمُ  الۡمُفۡلِحُوۡنَ  -- mereka itulah orang-orang yang berhasil.” (Al-A’rāf [7]:156-158).
      
Kemarahan Para Pemuka Bani Israil  (Yahudi) Kepada  Nabi Besar Muhammad Saw.

     Penggenapan dari nubuatan  dalam Bible tersebut   menimbulkan kemarahan kaum Bani Israil terhadap “Nabi yang seperti Musa” itu dan mereka akan menjadi haus darah karena disulut oleh   kedengkian  --   persis seperti kedengkian  Kain yang telah menjadi haus darah terhadap saudaranya, Habel  --  karena pengorbanannya ditolak Allah Swt:
وَ اتۡلُ عَلَیۡہِمۡ  نَبَاَ ابۡنَیۡ اٰدَمَ  بِالۡحَقِّ ۘ اِذۡ قَرَّبَا قُرۡبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنۡ اَحَدِہِمَا وَ لَمۡ یُتَقَبَّلۡ مِنَ الۡاٰخَرِ ؕ قَالَ لَاَقۡتُلَنَّکَ ؕ قَالَ  اِنَّمَا یَتَقَبَّلُ  اللّٰہُ مِنَ  الۡمُتَّقِیۡنَ ﴿﴾    
Dan ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua anak  Adam  dengan sebenarnya,  اِذۡ قَرَّبَا قُرۡبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنۡ اَحَدِہِمَا وَ لَمۡ یُتَقَبَّلۡ مِنَ الۡاٰخَرِ   -- ketika keduanya  memberikan pengorbanan, maka dikabulkan salah seorang dari keduanya itu sedangkan dari yang lain tidak dikabulkan, قَالَ لَاَقۡتُلَنَّکَ --  lalu ia berkata: “Niscaya  engkau akan kubunuh.” (Al-Māidah [5]:28).
    Nabi Allah yang muncul di kalangan Bani Isma’il tersebut  -- yakni Nabi Besar Muhammad saw.  -- bukan sembarang wujud, karena wujud  yang dijanjikan itulah  (QS.2:128-230) yang akan menjadi Pembaharu Dunia dan ditakdirkan membawa syariat abadi bagi segenap umat manusia dimana seluruh masa depannya bergantung padanya serta merupakan rahmat bagi seluruh alam  (QS.21:108).
    leh karena itu membunuh beliau saw.  sama dengan membunuh seluruh umat manusia, dan menyelamatkan jiwa beliau saw. berarti sama dengan me-nyelamatkan seluruh umat manusia, itulah makna ayat: مِنۡ اَجۡلِ ذٰلِکَ ۚۛؔ کَتَبۡنَا عَلٰی بَنِیۡۤ اِسۡرَآءِیۡلَ اَنَّہٗ مَنۡ قَتَلَ نَفۡسًۢا بِغَیۡرِ نَفۡسٍ اَوۡ فَسَادٍ فِی الۡاَرۡضِ فَکَاَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِیۡعًا ؕ وَ مَنۡ  اَحۡیَاہَا فَکَاَنَّمَاۤ اَحۡیَا النَّاسَ جَمِیۡعًا -- “Oleh sebab itu Kami tetapkan bagi Bani Israil bahwa: Barangsiapa yang membunuh seseorang,  padahal orang itu tidak pernah membunuh orang lain atau  telah mengadakan kerusakan  di bumi, maka seolah-olah ia membunuh seluruh manusia;  dan barangsiapa menyelamatkan nyawa seseorang maka ia seolah-olah menghidupkan seluruh manusia.” (Al-Māidah [5]:33).

Kedengkian Terhadap Para Nabi  Allah di Kalangan Bani Israil

     Namun demikian perlu juga diketahui, bahwa sebenarnya  kedengkian para pemuka Bani Israil kepada Nabi Besar Muhammad saw. tersebut dalam kenyataannya kedengkian mereka itu  sebelumnya dilakukan   pula kepada para rasul Allah yang dibangkitkan di kalangan Bani Israil sendiri, mulai dari Nabi Musa a.s. sampai dengan Nabi Isa Ibnu Maryam a.s., firman-Nya:
وَ لَقَدۡ اٰتَیۡنَا مُوۡسَی الۡکِتٰبَ وَ قَفَّیۡنَا مِنۡۢ بَعۡدِہٖ بِالرُّسُلِ ۫ وَ اٰتَیۡنَا عِیۡسَی ابۡنَ مَرۡیَمَ الۡبَیِّنٰتِ وَ اَیَّدۡنٰہُ بِرُوۡحِ الۡقُدُسِ ؕ اَفَکُلَّمَا جَآءَکُمۡ رَسُوۡلٌۢ بِمَا لَا تَہۡوٰۤی اَنۡفُسُکُمُ اسۡتَکۡبَرۡتُمۡ ۚ  فَفَرِیۡقًا کَذَّبۡتُمۡ  ۫ وَ فَرِیۡقًا تَقۡتُلُوۡنَ ﴿﴾ وَ قَالُوۡا قُلُوۡبُنَا غُلۡفٌ ؕ بَلۡ لَّعَنَہُمُ اللّٰہُ بِکُفۡرِہِمۡ  فَقَلِیۡلًا مَّا یُؤۡمِنُوۡنَ ﴿﴾ وَ لَمَّا جَآءَہُمۡ کِتٰبٌ مِّنۡ عِنۡدِ اللّٰہِ مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَہُمۡ  ۙ وَ کَانُوۡا مِنۡ قَبۡلُ یَسۡتَفۡتِحُوۡنَ عَلَی الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا ۚۖ فَلَمَّا جَآءَہُمۡ مَّا عَرَفُوۡا کَفَرُوۡا بِہٖ ۫ فَلَعۡنَۃُ اللّٰہِ عَلَی الۡکٰفِرِیۡنَ ﴿﴾ بِئۡسَمَا اشۡتَرَوۡا بِہٖۤ اَنۡفُسَہُمۡ  اَنۡ یَّکۡفُرُوۡا بِمَاۤ  اَنۡزَلَ اللّٰہُ  بَغۡیًا اَنۡ یُّنَزِّلَ اللّٰہُ مِنۡ فَضۡلِہٖ عَلٰی مَنۡ یَّشَآءُ مِنۡ عِبَادِہٖ ۚ فَبَآءُوۡ بِغَضَبٍ عَلٰی غَضَبٍ ؕ وَ  لِلۡکٰفِرِیۡنَ عَذَابٌ مُّہِیۡنٌ ﴿﴾
Dan  sungguh   Kami benar-benar telah  berikan Alkitab kepada Musa dan Kami mengikutkan rasul-rasul di belakangnya, dan   Kami  memberikan kepada Isa Ibnu Maryam Tanda-tanda yang nyata, dan juga Kami memperkuatnya dengan Ruhulqudus.    اَفَکُلَّمَا جَآءَکُمۡ رَسُوۡلٌۢ بِمَا لَا تَہۡوٰۤی اَنۡفُسُکُمُ اسۡتَکۡبَرۡتُمۡ --   Maka apakah patut setiap datang kepada kamu seorang rasul dengan membawa apa yang tidak disukai oleh dirimu  kamu berlaku takabur, فَفَرِیۡقًا کَذَّبۡتُمۡ  ۫ وَ فَرِیۡقًا تَقۡتُلُوۡنَ  -- lalu  sebagian kamu dustakan dan sebagian lainnya kamu bunuh? وَ قَالُوۡا قُلُوۡبُنَا غُلۡفٌ  --  Dan mereka berkata:  Hati kami tertutup.” بَلۡ لَّعَنَہُمُ اللّٰہُ بِکُفۡرِہِمۡ  فَقَلِیۡلًا مَّا یُؤۡمِنُوۡنَ  --  Tidak,  bahkan Allah telah mengutuk mereka karena kekafiran mereka  maka sedikit sekali apa yang mereka imani. وَ لَمَّا جَآءَہُمۡ کِتٰبٌ مِّنۡ عِنۡدِ اللّٰہِ مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَہُمۡ   --  Dan tatkala datang kepada mereka sebuah Kitab yakni  Al-Quran dari Allah menggenapi apa yang ada pada mereka, وَ کَانُوۡا مِنۡ قَبۡلُ یَسۡتَفۡتِحُوۡنَ عَلَی الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا  -- sedangkan sebelum itu mereka senantiasa memohon kemenangan  atas orang-orang kafir, فَلَمَّا جَآءَہُمۡ مَّا عَرَفُوۡا کَفَرُوۡا بِہٖ   -- tetapi tatkala  datang kepada mereka  apa yang mereka  kenali itu lalu mereka kafir  kepadanya فَلَعۡنَۃُ اللّٰہِ عَلَی الۡکٰفِرِیۡنَ --  maka laknat Allah atas orang-orang kafir. بِئۡسَمَا اشۡتَرَوۡا بِہٖۤ اَنۡفُسَہُمۡ    --  Sangat buruk hal yang  dengan itu mereka telah menjual dirinya اَنۡ یَّکۡفُرُوۡا بِمَاۤ  اَنۡزَلَ اللّٰہُ  بَغۡیًا اَنۡ یُّنَزِّلَ اللّٰہُ مِنۡ فَضۡلِہٖ عَلٰی مَنۡ یَّشَآءُ مِنۡ عِبَادِہٖ   --   yakni  mereka  kafir  kepada apa yang diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, فَبَآءُوۡ بِغَضَبٍ عَلٰی غَضَبٍ ؕ    -- lalu   mereka ditimpa kemurkaan demi kemurkaan,   وَ  لِلۡکٰفِرِیۡنَ عَذَابٌ مُّہِیۡنٌ  -- dan bagi orang-orang kafir ada azab yang menghinakan. (Al-Baqarah [2]:88-91).

Hukuman Akibat Kutukan Nabi Daud a.s. dan Nabi Isa Ibnu Maryam a.s.

     Dua orang nabi Allah di kalangan Bani Israil bahkan telah mengutuk mereka karena  mereka berupaya melakukan  pembunuhan terhadap keduanya, yaitu  mereka mendapat kutukan Nabi Daud a.s. dan Nabi Isa Ibnu Maryam a.s., firman-Nya:
لُعِنَ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا مِنۡۢ بَنِیۡۤ  اِسۡرَآءِیۡلَ عَلٰی لِسَانِ دَاوٗدَ  وَ عِیۡسَی ابۡنِ مَرۡیَمَ ؕ ذٰلِکَ بِمَا عَصَوۡا وَّ کَانُوۡا یَعۡتَدُوۡنَ ﴿﴾  کَانُوۡا لَا یَتَنَاہَوۡنَ عَنۡ مُّنۡکَرٍ فَعَلُوۡہُ ؕ لَبِئۡسَ مَا کَانُوۡا یَفۡعَلُوۡنَ ﴿﴾  تَرٰی کَثِیۡرًا مِّنۡہُمۡ یَتَوَلَّوۡنَ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا ؕ لَبِئۡسَ مَا قَدَّمَتۡ لَہُمۡ اَنۡفُسُہُمۡ اَنۡ سَخِطَ اللّٰہُ عَلَیۡہِمۡ وَ فِی الۡعَذَابِ ہُمۡ خٰلِدُوۡنَ ﴿﴾  وَ لَوۡ کَانُوۡا یُؤۡمِنُوۡنَ بِاللّٰہِ وَ النَّبِیِّ  وَ مَاۤ اُنۡزِلَ اِلَیۡہِ مَا اتَّخَذُوۡہُمۡ اَوۡلِیَآءَ وَ لٰکِنَّ  کَثِیۡرًا  مِّنۡہُمۡ  فٰسِقُوۡنَ ﴿﴾
Orang-orang  yang kafir  dari kalangan Bani Israil telah   dilaknat oleh lidah Daud dan Isa ibnu Maryam, hal demikian itu karena mereka senantiasa durhaka dan melampaui batas. Mereka tidak pernah  saling mencegah dari kemungkaran yang dikerjakannya, benar-benar sangat  buruk apa yang senantiasa  mereka kerjakan. Engkau melihat kebanyakan dari mereka menjadikan orang-orang kafir  sebagai  pelindung, dan benar-benar sangat buruk apa yang telah  mereka dahulukan  bagi diri mereka   اَنۡ سَخِطَ اللّٰہُ عَلَیۡہِمۡ وَ فِی الۡعَذَابِ ہُمۡ خٰلِدُوۡنَ --  yaitu bahwa Allah  murka kepada mereka, dan di dalam azab inilah mereka akan kekal. وَ لَوۡ کَانُوۡا یُؤۡمِنُوۡنَ بِاللّٰہِ وَ النَّبِیِّ  وَ مَاۤ اُنۡزِلَ اِلَیۡہِ  --  Dan seandainya   mereka beriman kepada Allah, dan kepada Nabi ini,  dan kepada apa yang diturunkan kepadanya, مَا اتَّخَذُوۡہُمۡ اَوۡلِیَآءَ --  mereka sekali-kali  tidak akan mengambil  orang-orang itu sebagai pelindung-pelindungnya, وَ لٰکِنَّ  کَثِیۡرًا  مِّنۡہُمۡ  فٰسِقُوۡنَ -- tetapi kebanyakan mereka adalah orang-orang fasiq. (Al-Maidah [5]:79-82).
       Dari antara semua nabi Allah  dari kalangan  Bani Israil, Nabi Daud a.s.   dan Nabi Isa Ibnu Maryam a.s.  tergolong paling menderita di tangan orang-orang Yahudi. Penzaliman orang-orang Yahudi terhadap  Nabi Isa Ibnu Maryam a.s.    mencapai puncaknya, ketika beliau dipakukan pada  kayu salib guna membuktikan  bahwa beliau seorang pendusta.
        Ada pun  penderitaan serta kepapaan yang dialami oleh Nabi Daud a.s.  dari kaum yang tak mengenal terima kasih itu serta berusaha membunuh beliau dengan cara memanjat dan memasuki “mihrab” (kamar) beliau secara diam-diam, tetapi ketika maksud buruknya diketahui Nabi Daud a.s. lalu Natan membuat-buat alasan tentang  “persengketaan masalah domba betina”(QS.38:22-27; II Samuel 12:1-14).
      Mereka benar-benar sangat tidak bersyukur,  padahal Nabi Daud a.s.  telah membebaskan Bani Israil  dari kezaliman “Jalut” (Goliat) -- yaitu kaum Midian -- dan “balatentaranya” yakni kaum Amalek sekutunya (QS.2:247-253; Hakim-hakim 6:1-6).  Kesedihan Nabi Daud a.s. tersebut tercermin di dalam Mazmurnya yang sangat merawankan hati. Dari lubuk hati yang penuh kepedihan  Nabi Daud a.s.  dan Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. mengutuk mereka.

Dua Hukuman Ilahi yang Menimpa   Bani Israil

      Kutukan Nabi Daud a.s.  mengakibatkan orang-orang Bani Israil dihukum oleh raja Nebukadnezar dari Babilonia, yang menghancurluluhkan Yerusalem dan membawa orang-orang Bani Israil sebagai tawanan pada tahun 556 sebelum Masehi (QS.2:60; QS.17:5-6),  sedangkan akibat kutukan Nabi Isa  Ibnu Maryam a.s. mereka ditimpa bencana dahsyat  ketika  Titus dari kerajaan Romawi  yang menaklukkan Yerusalem dalam tahun ± 70 Masehi  membinasakan kota Yerusalem dan menodai rumah-ibadah dengan jalan menyembelih babi — binatang yang sangat dibenci oleh orang-orang Yahudi — di dalam rumah-ibadah itu (QS.17:7-8; Matius QS.23:37-39 & 24:15-22), firman-Nya:
وَ قَضَیۡنَاۤ  اِلٰی بَنِیۡۤ  اِسۡرَآءِیۡلَ فِی الۡکِتٰبِ لَتُفۡسِدُنَّ فِی الۡاَرۡضِ مَرَّتَیۡنِ  وَ لَتَعۡلُنَّ  عُلُوًّا کَبِیۡرًا ﴿﴾  فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ اُوۡلٰىہُمَا بَعَثۡنَا عَلَیۡکُمۡ  عِبَادًا  لَّنَاۤ   اُولِیۡ  بَاۡسٍ  شَدِیۡدٍ   فَجَاسُوۡا خِلٰلَ الدِّیَارِ ؕ وَ کَانَ وَعۡدًا  مَّفۡعُوۡلًا ﴿﴾ ثُمَّ رَدَدۡنَا لَکُمُ الۡکَرَّۃَ عَلَیۡہِمۡ وَ اَمۡدَدۡنٰکُمۡ بِاَمۡوَالٍ وَّ بَنِیۡنَ وَ جَعَلۡنٰکُمۡ  اَکۡثَرَ  نَفِیۡرًا ﴿﴾
Dan   telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab itu: “Niscaya  kamu akan melakukan kerusakan di muka bumi ini dua kali,  dan niscaya kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang sangat besar.” فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ اُوۡلٰىہُمَا -- Apabila datang saat sempurnanya janji yang pertama  dari kedua janji itu, بَعَثۡنَا عَلَیۡکُمۡ  عِبَادًا  لَّنَاۤ   اُولِیۡ  بَاۡسٍ  شَدِیۡدٍ فَجَاسُوۡا خِلٰلَ الدِّیَارِ  --   Kami membangkitkan untuk menghadapi kamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan tempur yang dahsyat,  فَجَاسُوۡا خِلٰلَ الدِّیَارِ --  maka mereka menerobos jauh ke dalam rumah-rumah, وَ کَانَ وَعۡدًا  مَّفۡعُوۡلًا  -- dan itu merupakan suatu janji yang pasti terlaksana.  ثُمَّ رَدَدۡنَا لَکُمُ الۡکَرَّۃَ عَلَیۡہِمۡ وَ اَمۡدَدۡنٰکُمۡ بِاَمۡوَالٍ وَّ بَنِیۡنَ وَ جَعَلۡنٰکُمۡ  اَکۡثَرَ  نَفِیۡرًا    --  Kemudian Kami mengembalikan lagi kepada kamu kekuatan untuk melawan mereka, dan Kami membantu kamu dengan harta dan anak-anak, dan  Kami menjadikan kelompok kamu lebih besar   dari sebelumnya. (Bani Israil [17]:5-7).
Dua kedurhakaan Bani Israil yang tersebut dalam kitab Musa a.s. (Ulangan 28:15, 49-53, 63-64 & 30:15) disinggung dalam ayat ini.  Sebagaimana telah dikemukkaan sebelumnya bahwa  orang-orang  Bani Israil yang tidak beriman telah dua kali dikutuk  yaitu oleh Nabi Daud  a.s. dan Isa Ibnu Maryam a.s. (QS.5:79-81), dan sebagai akibatnya mereka telah dihukum Allah Swt.  pula dua kali.

(Bersambung)
            
Rujukan: The Holy Quran
Editor: Malik Ghulam Farid
oo0oo

Pajajaran Anyar,15  Juni    2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar