Bismillaahirrahmaanirrahiim
MALAIKAT ALLAH
PENGULANGAN
KEDENGKIAN DALAM KISAH MONUMENTAL “DUA ANAK ADAM” OLEH
BANI ISRIL KEPADA NABI BESAR MUHAMMAD SAW. DARI KALANGAN BANI ISMA’IL &
KUTUKAN NABI DAUD A.S. DAN NABI ISA IBNU MARYAM A.S. KEPADA BANI ISRAIL
Bab 70
Oleh
Ki Langlang Buana Kusuma
|
D
|
alam akhir
Bab sebelumnya telah dikemukakan kisah
monumental “Dua anak Adam” (QS.5:28-32), bahwa walau pun bersifat
umum tetapi secara
khusus tertuju kepada Bani Israil, sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah Swt. selanjutnya:
مِنۡ اَجۡلِ
ذٰلِکَ ۚۛؔ کَتَبۡنَا عَلٰی بَنِیۡۤ اِسۡرَآءِیۡلَ اَنَّہٗ مَنۡ قَتَلَ نَفۡسًۢا
بِغَیۡرِ نَفۡسٍ اَوۡ فَسَادٍ فِی الۡاَرۡضِ فَکَاَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ
جَمِیۡعًا ؕ وَ مَنۡ اَحۡیَاہَا
فَکَاَنَّمَاۤ اَحۡیَا النَّاسَ جَمِیۡعًا ؕ وَ لَقَدۡ جَآءَتۡہُمۡ رُسُلُنَا
بِالۡبَیِّنٰتِ ۫ ثُمَّ اِنَّ کَثِیۡرًا
مِّنۡہُمۡ بَعۡدَ ذٰلِکَ فِی الۡاَرۡضِ لَمُسۡرِفُوۡنَ ﴿﴾
Oleh sebab itu کَتَبۡنَا عَلٰی
بَنِیۡۤ اِسۡرَآءِیۡلَ -- Kami
tetapkan bagi Bani Israil bahwa: اَنَّہٗ مَنۡ قَتَلَ نَفۡسًۢا بِغَیۡرِ
نَفۡسٍ اَوۡ فَسَادٍ فِی الۡاَرۡضِ
-- Barangsiapa
yang membunuh seseorang, padahal orang itu tidak pernah membunuh orang lain atau telah
mengadakan kerusakan di bumi, فَکَاَنَّمَا قَتَلَ
النَّاسَ جَمِیۡعًا -- maka seolah-olah ia membunuh seluruh manusia;
وَ مَنۡ
اَحۡیَاہَا فَکَاَنَّمَاۤ اَحۡیَا النَّاسَ جَمِیۡعًا -- dan barangsiapa
menyelamatkan nyawa seseorang maka ia
seolah-olah menghidupkan seluruh manusia. وَ لَقَدۡ جَآءَتۡہُمۡ رُسُلُنَا
بِالۡبَیِّنٰتِ ۫ -- Dan
sungguh benar-benar telah datang kepada
mereka rasul-rasul
Kami dengan Tanda-tanda yang nyata,
ثُمَّ
اِنَّ کَثِیۡرًا مِّنۡہُمۡ بَعۡدَ ذٰلِکَ فِی الۡاَرۡضِ لَمُسۡرِفُوۡنَ -- kemudian
sesudah itu sungguh kebanyakan
dari mereka benar-benar melampaui batas di bumi. (Al-Māidah [33).
Kedatangan “Nabi
yang Seperti Musa”
Apa yang diisyaratkan dalam ayat ini yaitu
suatu peristiwa yang serupa dengan
apa yang tersebut di sini mengenai kedua
putra Adam, tetapi peristiwa yang mengandung arti yang jauh lebih luas
lagi penting itu akan terjadi kelak
di kemudian hari. Yakni sesuai nubuatan dalam Bible (Ulangan 18:15-19 & 33:2; Yesaya
21:13-17 & 20:62; Syiru’Lasyar 1:5-6; Hubakuk
3-7; Matius
23:39; Yahya 14:16, 26 & 16:7-14; Wahyu
16:12-13), seorang nabi Allah akan
muncul di antara saudara-saudara Bani
Israil, -- yakni dari kalangan Bani
Isma’il -- dalam wujud Nabi Besar Muhammad saw., seorang
rasul Allah untuk
seluruh umat manusia, sebagaimana
firman-Nya kepada Nabi Besar Muhammad saw.:
قُلۡ
یٰۤاَیُّہَا النَّاسُ اِنِّیۡ رَسُوۡلُ اللّٰہِ اِلَیۡکُمۡ جَمِیۡعَۨا الَّذِیۡ لَہٗ مُلۡکُ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ ۚ لَاۤ اِلٰہَ اِلَّا ہُوَ یُحۡیٖ وَ یُمِیۡتُ ۪
فَاٰمِنُوۡا بِاللّٰہِ وَ رَسُوۡلِہِ
النَّبِیِّ الۡاُمِّیِّ الَّذِیۡ یُؤۡمِنُ بِاللّٰہِ وَ کَلِمٰتِہٖ وَ
اتَّبِعُوۡہُ لَعَلَّکُمۡ تَہۡتَدُوۡنَ ﴿﴾
Katakanlah:
“Hai manusia, sesungguhnya aku Rasul Allah kepada kamu semua. Dia-lah Yang Memiliki kerajaan seluruh
langit dan bumi, tidak ada Tuhan kecuali Dia. Dia
menghidupkan dan mematikan, فَاٰمِنُوۡا بِاللّٰہِ وَ رَسُوۡلِہِ النَّبِیِّ الۡاُمِّیِّ
الَّذِیۡ یُؤۡمِنُ بِاللّٰہِ وَ کَلِمٰتِہٖ -- maka berimanlah
kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi Ummi yang beriman kepada Allah dan Kalimat-kalimat-Nya,
وَ
اتَّبِعُوۡہُ لَعَلَّکُمۡ تَہۡتَدُوۡنَ -- dan ikutilah dia supaya kamu mendapat petunjuk.” (Al-A’rāf
[7]:158-159). Lihat pula QS.21:108; QS.25:2;
QS.34:29.
Berikut ini adalah nubuatan dalam Bible mengenai kedatangan “nabi yang seperti Musa” yang muncul dari kalangan saudara Bani Israil, yakni Bani Isma’il:
18:15 Seorang nabi dari
tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku ,
akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.
18:16 Tepat seperti yang
kamu minta dahulu kepada TUHAN, Allahmu, di gunung Horeb, pada hari perkumpulan,
dengan berkata: Tidak mau aku mendengar
lagi suara TUHAN, Allahku, dan api yang besar ini tidak mau aku melihatnya
lagi, supaya jangan aku mati. 18:17 Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik; 18:18 seorang nabi
akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau
ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia
akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. 18:19 Orang yang tidak
mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi
nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban. (Ulangan
18:15-19).
Jawaban Allah
Swt. Atas Doa Nabi Musa a.s.
Pada hakikatnya nubuatan mengenai pengutusan “nabi
yang seperti Musa” dari kalangan Bani Ismail -- yakni
Nabi Besar Muhammad saw. (QS.46:11; QS.73:16-17) -- tersebut merupakan jawaban
Allah Swt. kepada permohonan ampun
yang dipanjatkan Nabi Musa a.s. di gunung
Thur akibat kedurhakaan Bani Israil yang kembali menyembah patung anak sapi buatan Samiri (QS.2:149-157; QS.20:84-99), sebagaimana dikemukakan
sebelumnya:
18:16 Tepat seperti yang
kamu minta dahulu kepada TUHAN, Allahmu, di gunung Horeb, pada hari perkumpulan,
dengan berkata: Tidak mau aku mendengar
lagi suara TUHAN, Allahku, dan api yang besar ini tidak mau aku melihatnya
lagi, supaya jangan aku mati. (Ulangan
18:16).
Sesuai dengan hal tersebut, berikut ini doa
yang dipanjatkan Nabi Musa a.s. kepada Allah Swt. firman-Nya:
وَ لَمَّا
سَکَتَ عَنۡ مُّوۡسَی الۡغَضَبُ اَخَذَ الۡاَلۡوَاحَ ۚۖ وَ فِیۡ نُسۡخَتِہَا
ہُدًی وَّ رَحۡمَۃٌ لِّلَّذِیۡنَ ہُمۡ لِرَبِّہِمۡ یَرۡہَبُوۡنَ ﴿﴾ وَ اخۡتَارَ مُوۡسٰی قَوۡمَہٗ سَبۡعِیۡنَ رَجُلًا لِّمِیۡقَاتِنَا
ۚ فَلَمَّاۤ اَخَذَتۡہُمُ الرَّجۡفَۃُ
قَالَ رَبِّ لَوۡ شِئۡتَ اَہۡلَکۡتَہُمۡ مِّنۡ قَبۡلُ وَ اِیَّایَ ؕ اَتُہۡلِکُنَا
بِمَا فَعَلَ السُّفَہَآءُ مِنَّا ۚ اِنۡ ہِیَ
اِلَّا فِتۡنَتُکَ ؕ تُضِلُّ بِہَا مَنۡ تَشَآءُ وَ تَہۡدِیۡ مَنۡ
تَشَآءُ ؕ اَنۡتَ وَلِیُّنَا فَاغۡفِرۡ لَنَا وَ ارۡحَمۡنَا وَ اَنۡتَ
خَیۡرُ الۡغٰفِرِیۡنَ ﴿﴾ وَ اکۡتُبۡ لَنَا فِیۡ ہٰذِہِ الدُّنۡیَا
حَسَنَۃً وَّ فِی الۡاٰخِرَۃِ اِنَّا ہُدۡنَاۤ اِلَیۡکَ ؕ قَالَ عَذَابِیۡۤ اُصِیۡبُ
بِہٖ مَنۡ اَشَآءُ ۚ وَ رَحۡمَتِیۡ وَسِعَتۡ کُلَّ
شَیۡءٍ ؕ فَسَاَکۡتُبُہَا لِلَّذِیۡنَ یَتَّقُوۡنَ وَ یُؤۡتُوۡنَ الزَّکٰوۃَ وَ
الَّذِیۡنَ ہُمۡ بِاٰیٰتِنَا یُؤۡمِنُوۡنَ ﴿﴾ۚ اَلَّذِیۡنَ
یَتَّبِعُوۡنَ الرَّسُوۡلَ النَّبِیَّ الۡاُمِّیَّ الَّذِیۡ یَجِدُوۡنَہٗ
مَکۡتُوۡبًا عِنۡدَہُمۡ فِی التَّوۡرٰىۃِ وَ الۡاِنۡجِیۡلِ ۫ یَاۡمُرُہُمۡ
بِالۡمَعۡرُوۡفِ وَ یَنۡہٰہُمۡ عَنِ الۡمُنۡکَرِ وَ یُحِلُّ لَہُمُ الطَّیِّبٰتِ
وَ یُحَرِّمُ عَلَیۡہِمُ الۡخَبٰٓئِثَ وَ یَضَعُ عَنۡہُمۡ اِصۡرَہُمۡ وَ
الۡاَغۡلٰلَ الَّتِیۡ کَانَتۡ عَلَیۡہِمۡ ؕ فَالَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا بِہٖ وَ عَزَّرُوۡہُ وَ نَصَرُوۡہُ وَ اتَّبَعُوا النُّوۡرَ الَّذِیۡۤ اُنۡزِلَ
مَعَہٗۤ ۙ اُولٰٓئِکَ ہُمُ الۡمُفۡلِحُوۡنَ ﴿﴾٪
Dan tatkala kemarahan Musa sudah reda, ia mengambil
lempeng-lempeng batu tulis itu, di dalam tulisannya ada petunjuk
dan rahmat bagi mereka yang takut kepada Rabbnya (Tuhannya). Dan Musa
memilih tujuh puluh orang laki-laki dari kaumnya untuk waktu yang Kami tetapkan.
Tetapi tatkala gempa bumi mengguncang mereka Musa berkata: “Ya Rabb-ku (Tuhan-ku), jika Engkau menghendaki, Engkau
dapat membinasakan mereka dan diriku sebelum ini. Apakah Engkau akan membinasakan kami
disebabkan oleh apa yang diperbuat oleh
orang-orang bodoh di antara kami? Ini
tidak lain melainkan suatu cobaan
dari Engkau, dengannya Engkau menyesatkan siapa yang Engkau
kehendaki, dan Engkau memberi petunjuk
kepada siapa yang Engkau kehendaki. Engkau-lah
Pelindung kami, maka ampunilah kami
dan kasihilah kami dan Engkau-lah sebaik-baik Pemberi ampun. Dan tetapkanlah
bagi kami kebaikan di dunia ini dan di
akhirat. Sesungguhnya kami
telah mendapat petunjuk untuk kembali kepada Engkau.” قَالَ عَذَابِیۡۤ اُصِیۡبُ بِہٖ
مَنۡ اَشَآءُ ۚ وَ رَحۡمَتِیۡ
وَسِعَتۡ کُلَّ شَیۡءٍ -- Dia berfirman:
”Azab-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki,
tetapi rahmat-Ku
meliputi segala sesuatu, فَسَاَکۡتُبُہَا
لِلَّذِیۡنَ یَتَّقُوۡنَ وَ یُؤۡتُوۡنَ الزَّکٰوۃَ وَ الَّذِیۡنَ ہُمۡ بِاٰیٰتِنَا
یُؤۡمِنُوۡنَ -- maka segera Aku tetapkan bagi orang-orang
yang bertakwa, dan mereka yang membayar zakat, dan mereka yang beriman kepada Tanda-tanda Kami. اَلَّذِیۡنَ
یَتَّبِعُوۡنَ الرَّسُوۡلَ النَّبِیَّ الۡاُمِّیَّ الَّذِیۡ یَجِدُوۡنَہٗ
مَکۡتُوۡبًا عِنۡدَہُمۡ فِی التَّوۡرٰىۃِ وَ الۡاِنۡجِیۡلِ -- “Yaitu orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi
Ummi, yang mereka dapati tercantum di dalam Taurat
dan Injil yang ada pada mereka. یَاۡمُرُہُمۡ بِالۡمَعۡرُوۡفِ وَ یَنۡہٰہُمۡ عَنِ الۡمُنۡکَرِ وَ یُحِلُّ
لَہُمُ الطَّیِّبٰتِ وَ یُحَرِّمُ عَلَیۡہِمُ الۡخَبٰٓئِثَ وَ یَضَعُ عَنۡہُمۡ
اِصۡرَہُمۡ وَ الۡاَغۡلٰلَ الَّتِیۡ کَانَتۡ عَلَیۡہِمۡ -- Ia menyuruh mereka kepada yang makruf, dan melarang
mereka dari yang mungkar, dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik,
dan mengharamkan
bagi mereka segala yang buruk, serta menyingkirkan
dari mereka beban mereka dan belenggu-belenggu
yang ada pada mereka. فَالَّذِیۡنَ
اٰمَنُوۡا بِہٖ وَ عَزَّرُوۡہُ وَ
نَصَرُوۡہُ وَ اتَّبَعُوا النُّوۡرَ
الَّذِیۡۤ اُنۡزِلَ مَعَہٗۤ ۙ -- Maka orang-orang
yang beriman kepadanya, dan mendukungnya, dan menolongnya,
serta mengikuti cahaya yang telah
diturunkan besertanya, اُولٰٓئِکَ ہُمُ
الۡمُفۡلِحُوۡنَ -- mereka
itulah orang-orang yang berhasil.” (Al-A’rāf
[7]:156-158).
Kemarahan Para Pemuka
Bani Israil (Yahudi) Kepada Nabi
Besar Muhammad Saw.
Penggenapan
dari nubuatan dalam Bible
tersebut menimbulkan kemarahan kaum Bani Israil terhadap “Nabi yang seperti Musa” itu dan mereka akan menjadi haus darah karena disulut oleh kedengkian -- persis
seperti kedengkian Kain
yang telah menjadi haus darah
terhadap saudaranya, Habel --
karena pengorbanannya ditolak Allah Swt:
وَ اتۡلُ
عَلَیۡہِمۡ نَبَاَ ابۡنَیۡ اٰدَمَ بِالۡحَقِّ ۘ اِذۡ قَرَّبَا قُرۡبَانًا
فَتُقُبِّلَ مِنۡ اَحَدِہِمَا وَ لَمۡ یُتَقَبَّلۡ مِنَ الۡاٰخَرِ ؕ قَالَ
لَاَقۡتُلَنَّکَ ؕ قَالَ اِنَّمَا
یَتَقَبَّلُ اللّٰہُ مِنَ الۡمُتَّقِیۡنَ ﴿﴾
Dan ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua anak Adam dengan sebenarnya, اِذۡ قَرَّبَا قُرۡبَانًا فَتُقُبِّلَ
مِنۡ اَحَدِہِمَا وَ لَمۡ یُتَقَبَّلۡ مِنَ الۡاٰخَرِ -- ketika
keduanya memberikan pengorbanan,
maka dikabulkan salah seorang dari
keduanya itu sedangkan dari yang lain tidak dikabulkan, قَالَ
لَاَقۡتُلَنَّکَ -- lalu ia
berkata: “Niscaya engkau akan kubunuh.” (Al-Māidah [5]:28).
Nabi Allah yang muncul di kalangan Bani Isma’il tersebut -- yakni Nabi Besar Muhammad saw. -- bukan sembarang wujud, karena wujud yang dijanjikan itulah (QS.2:128-230) yang akan menjadi Pembaharu Dunia dan ditakdirkan membawa syariat
abadi bagi segenap umat manusia dimana
seluruh masa depannya bergantung
padanya serta merupakan rahmat bagi
seluruh alam (QS.21:108).
leh karena itu membunuh beliau saw. sama dengan
membunuh seluruh umat manusia, dan menyelamatkan jiwa beliau saw. berarti
sama dengan me-nyelamatkan seluruh umat
manusia, itulah makna ayat: مِنۡ اَجۡلِ ذٰلِکَ ۚۛؔ کَتَبۡنَا عَلٰی
بَنِیۡۤ اِسۡرَآءِیۡلَ اَنَّہٗ مَنۡ قَتَلَ نَفۡسًۢا بِغَیۡرِ نَفۡسٍ اَوۡ
فَسَادٍ فِی الۡاَرۡضِ فَکَاَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِیۡعًا ؕ وَ مَنۡ اَحۡیَاہَا فَکَاَنَّمَاۤ اَحۡیَا النَّاسَ
جَمِیۡعًا -- “Oleh sebab itu Kami
tetapkan bagi Bani Israil bahwa: Barangsiapa
yang membunuh seseorang, padahal orang itu tidak pernah membunuh orang lain atau telah
mengadakan kerusakan di bumi, maka seolah-olah ia membunuh seluruh manusia; dan barangsiapa
menyelamatkan nyawa seseorang maka ia
seolah-olah menghidupkan seluruh manusia.” (Al-Māidah [5]:33).
Kedengkian Terhadap
Para Nabi
Allah di Kalangan Bani Israil
Namun demikian perlu juga diketahui,
bahwa sebenarnya kedengkian para pemuka Bani
Israil kepada Nabi Besar Muhammad saw.
tersebut dalam kenyataannya kedengkian mereka
itu sebelumnya dilakukan pula kepada para rasul Allah yang dibangkitkan
di kalangan Bani Israil sendiri,
mulai dari Nabi Musa a.s. sampai
dengan Nabi Isa Ibnu Maryam a.s.,
firman-Nya:
وَ لَقَدۡ اٰتَیۡنَا
مُوۡسَی الۡکِتٰبَ وَ قَفَّیۡنَا مِنۡۢ بَعۡدِہٖ بِالرُّسُلِ ۫ وَ اٰتَیۡنَا
عِیۡسَی ابۡنَ مَرۡیَمَ الۡبَیِّنٰتِ وَ اَیَّدۡنٰہُ بِرُوۡحِ الۡقُدُسِ ؕ
اَفَکُلَّمَا جَآءَکُمۡ رَسُوۡلٌۢ بِمَا لَا تَہۡوٰۤی اَنۡفُسُکُمُ
اسۡتَکۡبَرۡتُمۡ ۚ فَفَرِیۡقًا کَذَّبۡتُمۡ ۫ وَ فَرِیۡقًا تَقۡتُلُوۡنَ ﴿﴾ وَ قَالُوۡا
قُلُوۡبُنَا غُلۡفٌ ؕ بَلۡ لَّعَنَہُمُ اللّٰہُ بِکُفۡرِہِمۡ فَقَلِیۡلًا مَّا یُؤۡمِنُوۡنَ ﴿﴾ وَ لَمَّا
جَآءَہُمۡ کِتٰبٌ مِّنۡ عِنۡدِ اللّٰہِ مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَہُمۡ ۙ وَ کَانُوۡا مِنۡ قَبۡلُ یَسۡتَفۡتِحُوۡنَ
عَلَی الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا ۚۖ فَلَمَّا جَآءَہُمۡ مَّا عَرَفُوۡا کَفَرُوۡا بِہٖ
۫ فَلَعۡنَۃُ اللّٰہِ عَلَی الۡکٰفِرِیۡنَ ﴿﴾ بِئۡسَمَا اشۡتَرَوۡا بِہٖۤ
اَنۡفُسَہُمۡ اَنۡ یَّکۡفُرُوۡا بِمَاۤ اَنۡزَلَ اللّٰہُ بَغۡیًا اَنۡ یُّنَزِّلَ اللّٰہُ مِنۡ فَضۡلِہٖ
عَلٰی مَنۡ یَّشَآءُ مِنۡ عِبَادِہٖ ۚ فَبَآءُوۡ بِغَضَبٍ
عَلٰی غَضَبٍ ؕ وَ لِلۡکٰفِرِیۡنَ عَذَابٌ
مُّہِیۡنٌ ﴿﴾
Dan sungguh
Kami benar-benar telah berikan Alkitab kepada Musa dan Kami mengikutkan rasul-rasul di belakangnya,
dan Kami memberikan kepada Isa Ibnu Maryam Tanda-tanda
yang nyata, dan juga Kami
memperkuatnya dengan Ruhulqudus. اَفَکُلَّمَا
جَآءَکُمۡ رَسُوۡلٌۢ بِمَا لَا تَہۡوٰۤی اَنۡفُسُکُمُ اسۡتَکۡبَرۡتُمۡ -- Maka apakah
patut setiap datang kepada kamu seorang rasul dengan membawa apa yang tidak disukai oleh dirimu kamu berlaku
takabur, فَفَرِیۡقًا کَذَّبۡتُمۡ ۫ وَ فَرِیۡقًا تَقۡتُلُوۡنَ -- lalu sebagian
kamu dustakan dan sebagian lainnya
kamu bunuh? وَ قَالُوۡا قُلُوۡبُنَا غُلۡفٌ -- Dan mereka berkata: ”Hati kami tertutup.” بَلۡ
لَّعَنَہُمُ اللّٰہُ بِکُفۡرِہِمۡ فَقَلِیۡلًا
مَّا یُؤۡمِنُوۡنَ -- Tidak, bahkan Allah
telah mengutuk mereka karena kekafiran
mereka maka sedikit sekali apa yang mereka imani. وَ لَمَّا جَآءَہُمۡ کِتٰبٌ مِّنۡ عِنۡدِ اللّٰہِ مُصَدِّقٌ لِّمَا
مَعَہُمۡ -- Dan tatkala datang kepada mereka sebuah Kitab
yakni Al-Quran dari Allah menggenapi apa yang ada pada mereka,
وَ کَانُوۡا مِنۡ قَبۡلُ یَسۡتَفۡتِحُوۡنَ عَلَی
الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا -- sedangkan
sebelum itu mereka senantiasa memohon
kemenangan atas orang-orang kafir, فَلَمَّا جَآءَہُمۡ مَّا عَرَفُوۡا کَفَرُوۡا بِہٖ -- tetapi tatkala datang kepada mereka apa yang mereka kenali itu lalu mereka kafir kepadanya فَلَعۡنَۃُ اللّٰہِ عَلَی الۡکٰفِرِیۡنَ -- maka laknat
Allah atas orang-orang kafir. بِئۡسَمَا
اشۡتَرَوۡا بِہٖۤ اَنۡفُسَہُمۡ -- Sangat buruk hal yang dengan
itu mereka telah menjual dirinya اَنۡ
یَّکۡفُرُوۡا بِمَاۤ اَنۡزَلَ
اللّٰہُ بَغۡیًا اَنۡ یُّنَزِّلَ اللّٰہُ
مِنۡ فَضۡلِہٖ عَلٰی مَنۡ یَّشَآءُ مِنۡ عِبَادِہٖ -- yakni mereka
kafir kepada apa yang diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, فَبَآءُوۡ بِغَضَبٍ عَلٰی غَضَبٍ ؕ -- lalu
mereka ditimpa kemurkaan demi kemurkaan, وَ لِلۡکٰفِرِیۡنَ عَذَابٌ
مُّہِیۡنٌ -- dan
bagi orang-orang kafir ada azab yang
menghinakan. (Al-Baqarah [2]:88-91).
Hukuman Akibat Kutukan Nabi Daud a.s. dan Nabi Isa Ibnu Maryam a.s.
Dua
orang nabi Allah di kalangan Bani Israil bahkan telah mengutuk mereka karena mereka berupaya melakukan pembunuhan
terhadap keduanya, yaitu mereka mendapat
kutukan Nabi Daud a.s. dan Nabi Isa Ibnu Maryam a.s., firman-Nya:
لُعِنَ
الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا مِنۡۢ بَنِیۡۤ
اِسۡرَآءِیۡلَ عَلٰی لِسَانِ دَاوٗدَ
وَ عِیۡسَی ابۡنِ مَرۡیَمَ ؕ ذٰلِکَ بِمَا عَصَوۡا وَّ کَانُوۡا
یَعۡتَدُوۡنَ ﴿﴾ کَانُوۡا لَا یَتَنَاہَوۡنَ عَنۡ مُّنۡکَرٍ فَعَلُوۡہُ
ؕ لَبِئۡسَ مَا کَانُوۡا یَفۡعَلُوۡنَ ﴿﴾ تَرٰی کَثِیۡرًا مِّنۡہُمۡ یَتَوَلَّوۡنَ الَّذِیۡنَ
کَفَرُوۡا ؕ لَبِئۡسَ مَا قَدَّمَتۡ لَہُمۡ اَنۡفُسُہُمۡ اَنۡ سَخِطَ اللّٰہُ
عَلَیۡہِمۡ وَ فِی الۡعَذَابِ ہُمۡ خٰلِدُوۡنَ ﴿﴾ وَ لَوۡ کَانُوۡا یُؤۡمِنُوۡنَ بِاللّٰہِ وَ
النَّبِیِّ وَ مَاۤ اُنۡزِلَ اِلَیۡہِ مَا
اتَّخَذُوۡہُمۡ اَوۡلِیَآءَ وَ لٰکِنَّ
کَثِیۡرًا مِّنۡہُمۡ فٰسِقُوۡنَ ﴿﴾
Orang-orang yang kafir dari
kalangan Bani Israil telah dilaknat
oleh lidah Daud dan Isa ibnu Maryam,
hal demikian itu karena mereka
senantiasa durhaka dan melampaui
batas. Mereka tidak pernah saling mencegah dari kemungkaran
yang dikerjakannya, benar-benar sangat buruk apa yang
senantiasa mereka kerjakan. Engkau
melihat kebanyakan dari mereka
menjadikan orang-orang kafir sebagai pelindung,
dan benar-benar sangat buruk apa yang
telah mereka dahulukan bagi diri mereka اَنۡ سَخِطَ اللّٰہُ
عَلَیۡہِمۡ وَ فِی الۡعَذَابِ ہُمۡ خٰلِدُوۡنَ -- yaitu bahwa Allah murka
kepada mereka, dan di dalam azab
inilah mereka akan kekal. وَ لَوۡ کَانُوۡا یُؤۡمِنُوۡنَ بِاللّٰہِ وَ
النَّبِیِّ وَ مَاۤ اُنۡزِلَ اِلَیۡہِ -- Dan seandainya mereka beriman kepada Allah, dan kepada Nabi ini, dan kepada apa yang diturunkan kepadanya, مَا اتَّخَذُوۡہُمۡ
اَوۡلِیَآءَ -- mereka sekali-kali tidak
akan mengambil orang-orang itu
sebagai pelindung-pelindungnya, وَ لٰکِنَّ کَثِیۡرًا
مِّنۡہُمۡ فٰسِقُوۡنَ -- tetapi kebanyakan mereka adalah orang-orang fasiq. (Al-Maidah
[5]:79-82).
Dari
antara semua nabi Allah dari kalangan Bani Israil, Nabi Daud a.s. dan
Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. tergolong paling menderita di tangan orang-orang
Yahudi. Penzaliman orang-orang Yahudi
terhadap Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. mencapai puncaknya, ketika beliau dipakukan pada kayu
salib guna membuktikan bahwa beliau
seorang pendusta.
Ada pun penderitaan serta kepapaan
yang dialami oleh Nabi Daud a.s.
dari kaum yang tak mengenal terima
kasih itu serta berusaha membunuh
beliau dengan cara memanjat dan memasuki “mihrab” (kamar) beliau secara
diam-diam, tetapi ketika maksud buruknya diketahui Nabi Daud a.s. lalu Natan membuat-buat alasan tentang “persengketaan
masalah domba betina”(QS.38:22-27; II Samuel 12:1-14).
Mereka benar-benar sangat tidak bersyukur, padahal Nabi Daud a.s. telah membebaskan
Bani Israil dari kezaliman “Jalut” (Goliat) -- yaitu kaum Midian -- dan “balatentaranya”
yakni kaum Amalek sekutunya (QS.2:247-253;
Hakim-hakim 6:1-6). Kesedihan
Nabi Daud a.s. tersebut tercermin di dalam Mazmurnya yang sangat merawankan hati. Dari lubuk hati yang penuh kepedihan Nabi Daud a.s. dan Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. mengutuk mereka.
Dua Hukuman Ilahi yang
Menimpa Bani Israil
Kutukan
Nabi Daud a.s. mengakibatkan
orang-orang Bani Israil dihukum oleh raja
Nebukadnezar dari Babilonia, yang
menghancurluluhkan Yerusalem dan
membawa orang-orang Bani Israil sebagai tawanan
pada tahun 556 sebelum Masehi (QS.2:60; QS.17:5-6), sedangkan akibat kutukan Nabi Isa Ibnu Maryam
a.s. mereka ditimpa bencana dahsyat ketika Titus dari kerajaan Romawi yang menaklukkan Yerusalem dalam tahun ± 70 Masehi membinasakan kota Yerusalem dan menodai
rumah-ibadah dengan jalan menyembelih
babi — binatang yang sangat dibenci oleh orang-orang Yahudi — di dalam rumah-ibadah
itu (QS.17:7-8; Matius QS.23:37-39
& 24:15-22), firman-Nya:
وَ قَضَیۡنَاۤ اِلٰی بَنِیۡۤ اِسۡرَآءِیۡلَ فِی
الۡکِتٰبِ
لَتُفۡسِدُنَّ فِی الۡاَرۡضِ
مَرَّتَیۡنِ وَ لَتَعۡلُنَّ عُلُوًّا کَبِیۡرًا ﴿﴾ فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ اُوۡلٰىہُمَا
بَعَثۡنَا عَلَیۡکُمۡ عِبَادًا
لَّنَاۤ اُولِیۡ بَاۡسٍ شَدِیۡدٍ فَجَاسُوۡا خِلٰلَ الدِّیَارِ ؕ وَ کَانَ
وَعۡدًا مَّفۡعُوۡلًا ﴿﴾ ثُمَّ رَدَدۡنَا لَکُمُ الۡکَرَّۃَ عَلَیۡہِمۡ وَ اَمۡدَدۡنٰکُمۡ بِاَمۡوَالٍ وَّ بَنِیۡنَ وَ
جَعَلۡنٰکُمۡ اَکۡثَرَ نَفِیۡرًا ﴿﴾
Dan telah
Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab itu: “Niscaya kamu akan melakukan kerusakan di muka bumi
ini dua kali, dan niscaya kamu akan menyombongkan diri
dengan kesombongan yang sangat besar.”
فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ اُوۡلٰىہُمَا -- Apabila datang
saat sempurnanya janji yang pertama dari kedua janji itu, بَعَثۡنَا عَلَیۡکُمۡ عِبَادًا
لَّنَاۤ اُولِیۡ بَاۡسٍ شَدِیۡدٍ فَجَاسُوۡا خِلٰلَ الدِّیَارِ -- Kami membangkitkan untuk menghadapi kamu
hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan
tempur yang dahsyat, فَجَاسُوۡا خِلٰلَ الدِّیَارِ -- maka mereka menerobos jauh ke dalam rumah-rumah,
وَ کَانَ
وَعۡدًا مَّفۡعُوۡلًا -- dan
itu merupakan suatu janji yang pasti terlaksana. ثُمَّ رَدَدۡنَا لَکُمُ الۡکَرَّۃَ عَلَیۡہِمۡ وَ اَمۡدَدۡنٰکُمۡ بِاَمۡوَالٍ وَّ بَنِیۡنَ وَ جَعَلۡنٰکُمۡ اَکۡثَرَ نَفِیۡرًا -- Kemudian Kami
mengembalikan lagi kepada kamu kekuatan untuk melawan mereka, dan Kami membantu kamu dengan harta dan
anak-anak, dan Kami menjadikan kelompok kamu lebih besar dari sebelumnya. (Bani Israil [17]:5-7).
Dua kedurhakaan Bani Israil yang tersebut dalam kitab Musa a.s. (Ulangan
28:15, 49-53, 63-64 & 30:15) disinggung dalam ayat ini. Sebagaimana telah dikemukkaan sebelumnya
bahwa orang-orang Bani Israil yang tidak beriman telah dua kali dikutuk yaitu oleh Nabi Daud a.s. dan
Isa Ibnu Maryam a.s. (QS.5:79-81),
dan sebagai akibatnya mereka telah dihukum
Allah Swt. pula dua kali.
(Bersambung)
Rujukan: The Holy Quran
Editor: Malik
Ghulam Farid
oo0oo
Pajajaran
Anyar,15 Juni 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar