Sabtu, 02 Juli 2016

"Nubuatan" Merebaknya Wabah "Tha'un" (Pes) di Akhir Zaman Dalam Buku "Kisyti Nuh" (Bahtera Nuh) Karya Mirza Ghulam Ahmad a.s. - Al-Masih Mau'ud a.s.


Bismillaahirrahmaanirrahiim

  MALAIKAT ALLAH 


NUBUATAN MEREBAKNYA  WABAH   THA’UN  (PES) DI AKHIR ZAMAN DALAM BUKU KISYTI NUH  (BAHTERA NUH)  KARYA MIRZA GHULAM AHMAD A.S.

Bab 78

 Oleh

Ki Langlang Buana Kusuma

D
alam   akhir  Bab   sebelumnya   telah dikemukakan  mengenai   nubuatan    merebaknya wabah pes (tha’un) di Akhir Zaman, sehubungan dengan firman-Nya:.  وَ  اِذَا  وَقَعَ  الۡقَوۡلُ عَلَیۡہِمۡ   -- Dan apabila keputusan-Ku telah jatuh  atas mereka, اَخۡرَجۡنَا لَہُمۡ  دَآبَّۃً  مِّنَ الۡاَرۡضِ تُکَلِّمُہُمۡ --  Kami akan mengeluarkan bagi mereka binatang  dari bumi yang akan melukai mereka, اَنَّ النَّاسَ  کَانُوۡا بِاٰیٰتِنَا  لَا  یُوۡقِنُوۡنَ -- sesungguhnya manusia tidak yakin atas Tanda-tanda Kami  (An-Naml [27]:83).
      Kata-kata, waqa’a al-qaulu ‘alaihim   dalam ayat: وَ  اِذَا  وَقَعَ  الۡقَوۡلُ عَلَیۡہِمۡ   -- Dan apabila keputusan-Ku telah jatuh  atas mereka, اَخۡرَجۡنَا لَہُمۡ  دَآبَّۃً  مِّنَ الۡاَرۡضِ تُکَلِّمُہُمۡ --  Kami akan mengeluarkan bagi mereka binatang  dari bumi yang akan melukai mereka, اَنَّ النَّاسَ  کَانُوۡا بِاٰیٰتِنَا  لَا  یُوۡقِنُوۡنَ -- sesungguhnya manusia tidak yakin atas Tanda-tanda Kami berarti:  kalimat atau keputusan itu jadi pantas terhadap mereka atau telah terjadi; mereka membuat diri mereka layak menerima keputusan atau ketetapan Tuhan (Aqrab-al-Mawarid).
      Firman Allah Swt. dalam ayat tersebut merupakan   nubuatan berkenaan dengan timbulnya wabah penyakit berbahaya di Akhir Zaman, sebagaimana salah satu dari sekian banyak bukti kebenaran pendakwaan Rasul Akhir Zaman (QS.61:10; QS.62:3-5).  Ayat tersebut  diterangkan demikian oleh  Nabi Besar Muhammad saw.  sendiri.
       Ada pun yang dimaksud dengan dabbah ialah bakteri dari pes  (tha’un) yang akan zahir pada Akhir Zaman. Bakteri itu akan menyerang tubuh  dan orang itu akan mati. Berdasarkan hadits  Nabi Besar Muhammad saw.   yang menerangkan mengenai Akhir Zaman, bahwa akan timbul dabbatul ardh, yakni binatang-binatang bumi, (Ibnu Katsir dan Fathul Bayan hlm. 231, Surah An-Naml).
         Di dalam hadits Muslim ada dijelaskan bahwa akan timbul suatu penyakit naghaf yakni penyakit yang ada pada  unta di  Akhir Zaman. Kalau kedua hadis —kita cocokkan maka kita akan mendapat suatu kabar gaib (nubuatan) bahwa di Akhir Zaman penyakit pes (tha’un)   akan menyebar di seluruh dunia.  Penyebab penyakit pes  disebabkan oleh bakteri yang tersembunyi.
        Mengenai  akan merebaknya  penyakit pes (tha’un)   -- terutama di wilayah Punjab, Hindustan,  yang membinasakan  ratusan ribu orang  -- Pendiri Jemaat Muslim    Ahmadiyah  -- Mirza Ghulam Ahmad a.s. atau Al-Masih Mau’ud a.s.  – secara khusus beliau telah menulis dalam salah satu buku beliau, Kisyti Nuh  (Bahtera Nuh):

بِسۡمِ اللّٰہِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡمِ

Kisyti Nuh

(BAHTERA NUH)

JUDUL KEDUA
Da’watul Iman
 (DAKWAH KEIMANAN)

JUDUL KETIGA
Taqwiyatul Iman
(PENGUKUH KEIMANAN)

وَ اصۡنَعِ الۡفُلۡکَ بِاَعۡیُنِنَا وَ وَحۡیِنَا
اِنَّ  الَّذِیۡنَ یُبَایِعُوۡنَکَ  اِنَّمَا یُبَایِعُوۡنَ اللّٰہَ ؕ یَدُ اللّٰہِ  فَوۡقَ  اَیۡدِیۡہِمۡ
Buatlah bahtera dengan pengawasan petunjuk wahyu Kami. Barangsiapa yang baiat kepada engkau, sesungguhnya mereka baiat kepada Allah. Tangan Allah ada di atas tangan mereka.”
Ayat-ayat itu wahyu Ilahi dalam Quran Syarif yang turun kepadaku.

      Risalah ini merupakan seperti suntikan samawi yang dipersiapkan bagi Jemaatku berkaitan dengan wabah tha’un (pes).
مَا یَفۡعَلُ اللّٰہُ بِعَذَابِکُمۡ  اِنۡ شَکَرۡتُمۡ وَ اٰمَنۡتُمۡ ؕ وَ کَانَ اللّٰہُ شَاکِرًا عَلِیۡمًا
“Mengapa Allah akan menyiksa kamu jika kamu bersyukur dan beriman? Sesungguhnya Allah adalah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui” (QS. An-Nisaa [4]:148).
ارۡکَبُوۡا فِیۡہَا بِسۡمِ اللّٰہِ مَ‍‍جۡؔرٖىہَا وَ مُرۡسٰىہَا
لَا عَاصِمَ  الۡیَوۡمَ  مِنۡ  اَمۡرِ اللّٰہِ  اِلَّا مَنۡ رَّحِمَ
“Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya. Tiada yang dapat melindungi hari ini dari perintah Allah kecuali orang yang Dia  mengasihaninya

                                                                                              Qadian, 5 Oktober 1902


RISALAH BAHTERA NUH

Taqwiyatul Iman
(PENGUKUH KEIMANAN)


بِسۡمِ اللّٰہِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡمِ

Nahmaduhu wa nushalli  ‘alā Rasūlihil- karim wa ‘alā  Masihil mau’ūd

SUNTIKAN THA’UN

لَّنۡ یُّصِیۡبَنَاۤ اِلَّا مَا کَتَبَ اللّٰہُ  لَنَا ۚ ہُوَ مَوۡلٰىنَا ۚ وَ عَلَی اللّٰہِ  فَلۡیَتَوَکَّلِ  الۡمُؤۡمِنُوۡنَ
 “Tidak akan pernah menimpa musibah kepada kami kecuali apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dia Pelindung kami dan hanya kepada Allah hendaknya orang-orang mukmin bertawakkal” (At Taubah, 51).
  
          
Patut bersyukur, bahwa karena rasa kasihan  kepada rakyatnya, dalam rangka usaha membasmi wabah tha’un (pes), pemerintah Inggris[1] telah merencanakan gerakan suntikan untuk kedua kalinya. Dan demi kesejahteraan umat Tuhan pemerintah  telah memikul sejumlah biaya yang meliputi beratus-ratus ribu rupees.
       Sesungguhnya tiap warganegara yang bijaksana berkewajiban untuk menyambut gerakan itu dengan  rasa terima kasih. Dan mereka yang berprasangka terhadap gerakan suntikan itu sungguh amat bodoh dan sebenarnya memusuhi dirinya sendiri. Sebab telah berkali-kali terbukti di dalam  pengalaman, bahwa pemerintah sangat berhati-hati, tidak mau melancarkan suatu cara pengobatan yang berbahaya, bahkan  pemerintah selamanya memperkenalkan suatu usaha yang terbukti benar-benar berfaedah, apabila sudah mengadakan banyak kali eksperimen di dalam usaha-usaha seperti itu.
     Adalah suatu sikap yang jauh dari kewajaran dan peri kemanusiaan jika orang mengadakan penilaian terhadap tindakan pemerintah -- yang dengan tulus ikhlas telah mengeluarkan  beratus-ratus ribu rupees untuk tujuan itu -- sebagai tindakan yang mempunyai latar-belakang tujuan tertentu untuk kepentingan sendiri. Alangkah malang nasib mereka yang mempunyai sangka-buruk sejauh itu.
      Sedikit pun tidak diragukan, bahwa sampai sekarang upaya setinggi-tingginya dan semaksimal-maksimalnya yang dapat dilakukan oleh pemerintah di alam serba kebendaan ini ialah upaya kebendaan itulah, yakni melancarkan gerakan suntikan. Bagaimana pun tidak dapat orang ingkari, bahwa upaya itu terbukti bermanfaat. Oleh karena itu wajib bagi semua warganegara untuk memperhatikan sarana itu dan membantu  melepaskan beban pemerintah yang bermaksud hendak menyelamatkan   jiwa rakyat.

Semata-mata Mentaati Perintah Allah Ta’ala &  Kehebatan Daya Binasa Wabah Pes

       Akan tetapi  dengan segala hormat,  kami ingin mengatakan kepada pemerintah yang baik hati itu, bahwa seandainya tidak ada rintangan samawi (langit),[2] maka kamilah yang pertama-tama di antara semua warganegara yang akan minta disuntik. Rintangan samawi (langit) itu ialah karena Tuhan menghendaki untuk memperlihatkan suatu Tanda kasih-sayang dari langit di zaman ini kepada umat manusia.
      Oleh karena itu Dia berfirman kepadaku  bahwa Dia akan menyelamatkanku dari wabah  pes  beserta semua orang yang tinggal di dalam  tembok rumahku, yaitu orang-orang  yang melupakan diri dan menyatukan diri dengan diriku seraya patuh dan taat secara sempurna disertai ketakwaan yang setulus-tulusnya. Dan ini akan menjadi Tanda Ilahi di zaman mutakhir ini, yang dengannya Dia memperlihatkan perbedaan di antara suatu kaum  dengan kaum yang lain
       Akan tetapi  orang yang tidak mematuhi secara sempurna mereka itu bukan dariku,  mereka itu tidak usah dihiraukan. Demikianlah perintah Ilahi.  Oleh sebab itu, bagi diriku dan bagi semua orang yang tinggal di dalam tembok rumahku tidak perlu suntikan, karena sebagaimana tadi telah aku  terangkan, Tuhan Yang memiliki langit dan bumi, semenjak dahulu telah menurunkan wahyu kepadaku, bahwa Dia akan menyelamatkan dari kematian karena wabah  pes,  setiap orang yang tinggal di dalam tembok rumahku.
       Tetapi dengan syarat, bahwa mereka melepaskan semua kehendak untuk melawan, lalu masuk ke dalam lingkungan orang-orang yang baiat dengan penuh keikhlasan, ketaatan, dan kerendahan diri. Lagi dengan syarat bahwa mereka dengan cara apa  pun tidak  bersikap takabbur, melawan, sombong, lalai, congkak, dan tinggi hati di hadapan perintah-perintah Ilahi dan Utusan-Nya (Rasul-Nya), dan akan bertingkah-laku sesuai dengan  ajaran-Nya.
     Tuhan berfirman kepadaku bahwa pada umumnya wabah  pes  yang menghancur-luluhkan itu – dan karenanya orang-orang akan mati terhampar bagaikan anjing, dan karena derita kesedihan dan kebingungan orang-orang menjadi gila --  tidak akan melanda  Qadian. Lagi pada umumnya semua orang dalam Jemaatku  – betapa pun banyak bilangannya – dibandingkan dengan orang-orang yang menentangku,   akan terpelihara dari wabah pes.
     Namun demikian,  wabah pes  dapat menjangkiti di antara mereka yang tidak menepati janji mereka dengan sepenuh-penuhnya, atau karena sebab lain yang tersembunyi tentang mereka, dan hanya Allah yang mengetahui. Akan tetapi pada akhirnya orang akan mengakui dengan pandangan takjub  bahwa -- secara relatif dan komparatif --  pertolongan Tuhan ada di samping golongan ini. Dan demikian rupa Dia telah menyelamatkan mereka itu dengan rahmat-Nya yang istimewa sehingga tidak ada tara bandingannya.
     Mengenai hal ini sebagian orang yang bodoh akan tercengang, dan sebagian lagi akan menertawakan, sedangkan sebagian lagi akan menyebutku orang gila. Sebagian lagi akan merasa heran bahwa apakah ada Tuhan serupa itu, Yang tanpa menggunakan sarana-sarana kebendaan pun dapat menurunkan  rahmat-Nya?

Keajaiban Kekuasaan Sempurna Allah Ta’ala

      Jawabannya ialah,  tidak diragukan lagi bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa serupa itu ada. Seandainya Tuhan serupa itu tidak ada, maka orang-orang yang mempunyai ikatan silaturahmi (perhubungan khusus) dengan Dia pasti akan binasa di dalam kehidupan ini.  Wujud Yang Maha Kuasa  itu ajaib (menakjubkan), dan kekuasaan-kekuasaan-Nya yang qudus  pun ajaib pula. Pada satu pihak Dia membiarkan orang-orang yang menentang leluasa menggagahi teman-teman-Nya bagaikan terhadap anjing-anjing, sedang pada pihak lain Dia memperintahkan para malaikat untuk mengkhidmati  mereka itu.
    Demikian pula apabila kegusaran-Nya bangkit dan  bersimaharajalela di seluruh   dunia,  dan kemurkaan-Nya bergejolak terhadap orang-orang aniaya, maka mata-Nya memberikan perlindungan kepada orang-orang-Nya yang tertentu. Jika tidak demikian keadaan-Nya maka tugas orang-orang suci akan menjadi kacau-balau, dan tidak ada seorang pun yang dapat mengenal-Nya.
   Kekuasaan-kekuasaan-Nya tidak terbatas, akan tetapi kekuasaan-kekuasaan tersebut tampak kepada orang-orang menurut kadar keyakinan mereka masing-masing. Terhadap mereka yang dianugerahi keyakinan serta kecintaan, dan yang memutuskan segala hubungan kecuali dengan Dia, dan yang dijauhkan dari kebiasaan-kebiasaan memanjakan hawa-nafsu mereka, kekuasaan-kekuasaan tersebut nampak secara luar biasa.
   Tuhan berbuat apa yang Dia kehendaki. Akan tetapi kehendak untuk memperlihatkan kekuasaan-kekuasaan-Nya secara luar biasa itu, hanya bagi mereka yang mau merobek-robek kebiasaan-kebiasaan mereka demi mementingkan Dia. Pada zaman ini sangat sedikit orang-orang yang mengenal Dia dan percaya kepada kekuasaan-Nya yang ajaib itu. Kebalikannya, terdapat banyak orang yang sama sekali tidak percaya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Yang Suara-Nya didengar oleh segala sesuatu, Yang bagi-Nya tiada sesuatu yang mustahil.
    Hendaknya diingat, bahwa walaupun tidak berdosa berobat untuk melawan penyakit  pes  dan penyakit lainnya, bahkan tercantum dalam sebuah Hadits, bahwa tidak ada sesuatu penyakit pun melainkan bagi penyakit tersebut Tuhan telah menciptakan obatnya. Akan tetapi, aku menganggap diriku  berdosa jika aku meragukan Tanda Tuhan  -- apabila melakukan suntikan -- yang Dia ingin tampakkan kepada kita dengan sejelas-jelasnya di atas  muka bumi ini.
     Aku tidak ingin mencemari kehormatan Tanda-tanda-Nya yang benar dan janji-Nya yang benar dengan mengambil  faedah dari suntikan. Jika aku berbuat demikian niscaya aku  patut dituntut karena dosa itu, sebab aku  tidak mempercayai janji Tuhan yang telah diberikan kepadaku. Dan seandainya demikian maka semestinya aku berterimakasih kepada sang dokter  yang telah menemukan serum suntikan ini, dan bukan bersyukur kepada Tuhan Yang telah berjanji kepadaku, bahwa tiap-tiap  orang yang tinggal di dalam rumahku  akan diselamatkan oleh Dia.

Nubuwatan Dalam Buku Barāhin-i-Ahmadiyya

      Aku berkata berdasarkan penglihatan ruhani bahwa janji-janji Tuhan Yang Maha Kuasa itu benar, dan aku menyaksikan saat-saat yang akan datang demikian jelasnya, sehingga seakan-akan telah tiba layaknya. Aku pun mengetahui bahwa tujuan pemerintah yang sebenarnya ialah menyelamatkan orang-orang dari wabah pes dengan jalan apapun, dan jika di masa yang akan datang pemerintah menemukan suatu sarana yang lebih mujarab daripada suntikan, untuk menyelamatkan rakyat dari bahaya  pes, maka pemerintah dengan senang hati akan menerimanya.
     Dalam keadaan demikian, jelaslah bahwa cara yang telah direstui Tuhan untuk ditempuh olehku tidak bertentangan dengan tujuan pemerintah. Dan 20 tahun yang lalu tercantum di dalam kitab saya Barāhīn Ahmadiyyah berupa nubuwatan (kabar gaib)  mengenai wabah  pes  yang sangat  dahsyat itu, dan  juga tercantum mengenai janji limpahan berkat istimewa bagi Jemaat ini.  Lihatlah  Barāhīn Ahmadiyyah, halaman 518 dan 519.
      Kemudian, kecuali itu ada nubuwatan yang tegas dari Tuhan, bahwa orang-orang  mukhlis yang tinggal di dalam batas-batas    rumahku, yang tidak bersikap takabur (sombong) di hadapan Allah dan Utusan-Nya (Rasul-Nya)  akan diselamatkan dari malapetaka  pes, dan secara relatif maupun secara komfaratif karunia Tuhan yang istimewa akan tetap menyertai Jemaat ini, walaupun adakalanya – oleh karena kelemahan iman atau oleh karena cela dalam amal, atau oleh karena ajal (jangka-waktu) yang telah  jadi suratan takdir, atau oleh karena suatu sebab lain  yang diketahui Allah -- peristiwa semacam itu terjadi juga di dalam Jemaat ini, namun  peristiwa yang langka itu boleh dikatakan tidak ada.
      Biasa pada waktu mengadakan perbandingan, yang orang perhatikan ialah jumlah angka. Sebagaimana telah dibuktikan oleh pemerintah dalam pengalaman, bahwa jumlah kematian di antara orang-orang yang telah mendapat suntikan anti pes jika dibandingkan dengan jumlah kematian di antara orang-orang yang tidak mendapat suntikan adalah sangat sedikit.
     Jadi, seperti halnya peristiwa kematian yang jarang terjadi tidak dapat mengurangi pentingnya arti suntikan, demikian pula mengenai  Tanda ini jika di Qadian peristiwa  pes  terjadi – yang secara komparatif sangat kurang atau kadangkala ada juga seorang orang  di dalam Jemaat ini meninggal akibat penyakit itu – maka nilai Tanda pasti tidak akan berkurang.
      Nubuwatan itu ditulis sesuai dengan kata-kata yang diucapkan oleh Kalam  suci  Tuhan. Adalah tidak layak bagi seorang bijak kalau ia dari semula memperolok-olokan Kalam samawi, sebab ini adalah Kalam Ilahi (firman Tuhan) dan bukan ucapan seorang ahli nujum. Ini adalah cahaya yang ditangkap indera penglihatan yang nyata, dan bukan patgulipat    permainan kegelapan. Ini adalah Kalam Ilahi  (firman Tuhan) Yang telah membangkitkan wabah  pes, dan Dia-lah Yang dapat melenyapkannya.
      Pemerintah pasti akan menghargai nubuwatan ini kelak, apabila pemerintah akan menyaksikan betapa mengherankannya orang-orang ini tetap sehat wal-afiat dibandingkan dengan orang-orang yang mendapat suntikan. Dan aku berkata dengan sejujur-jujurnya, bahwa apabila tidak terjadi keadaan yang sesuai dengan nubuwatan yang  telah dikumandangkan  semenjak 20 atau 22 tahun yang lalu, maka aku  bukanlah dari Tuhan.

Tanda-tanda  Kebenaran Pendakwaan “Datang dari Tuhan”

    Sebagai tanda bahwa aku datang dari Tuhan ialah bahwa orang-orang  mukhlis yang tinggal di dalam tembok rumah saya akan tetap terpelihara dari kematian akibat penyakit ini. Dan warga Jemaatku seutuhnya – secara relatif dan secara komparatif --  akan tetap terpelihara dari serangan wabah  pes. Dan kesejahteraan yang terdapat di dalam Jemaat ini pasti tidak terdapat tara bandingannya pada golongan lain. Dan kegemparan wabah  pes  yang membinasakan itu tidak akan melanda Qadian, kecuali sedikit atau jarang-jarang.
      Alangkah baiknya jika hati orang-orang itu lurus dan takut kepada Tuhan, supaya mereka benar-benar akan diselamatkan, karena siksaan (azab) tidak turun kepada seseorang di alam dunia ini disebabkan  perbedaan agama, karena mengenai itu pertanggung-jawabannya akan diminta nanti pada Hari Kiamat.
        Di dunia ini siksaan turun hanya akibat kenakalan, keangkuhan, dan terlampau banyak dosa. Dan perlu diingat pula bahwa di dalam Quran Syarif – dan bahkan juga di dalam beberapa bagaian Taurat[3] – terdapat kabar bahwa di masa Masih Mau’ud akan berjangkit wabah  pes. Bahkan Hadhrat Masih a.s. pun mengabarkan mengenai itu di dalam Injil. Dan tidaklah mungkin kalau nubuwatan-nubuwatan para nabi akan meleset.
       Hendaknya juga diingat, bahwa adalah wajib bagi kita untuk menjauhi  upaya-upaya ciptaan manusia karena sudah ada janji Tuhan, agar orang-orang yang anti jangan sampai mengaitkan Tanda Ilahi itu kepada hal-hal lain. Akan tetapi apabila disamping itu Allah Ta’ala Sendiri  dengan perantaraan Kalam-Nya (firman-Nya) menunjukkan sesuatu upaya atau memberitahukan sesuatu obat, maka upaya atau obat serupa itu tidak menjadi halangan bagi Tanda itu, sebab upaya atau obat tersebut datang dari Tuhan Yang dari-Nya juga Tanda itu datang.
      Hendaknya jangan ada yang mempunyai dugaan, bahwa kalau kadangkala seseorang di dalam Jemaat kita mati akibat wabah pes lantas nilai serta martabat Tanda itu akan berkurang. Sebab pada zaman dahulu Musa a.s. dan Yesaya a.s. dan pada akhirnya Nabi kita saw. mendapat perintah bahwa untuk barangsiapa yang telah mengangkat pedang dan membunuh ratusan jiwa, mereka itu boleh dibunuh dengan pedang pula. Dan ini merupakan suatu Tanda dari para nabi tersebut, yang sesudah itu mereka mendapat kemenangan besar. Padahal dalam bentrokan (perang) itu dari pihak para pengikut kebenaran terdapat juga yang tewas oleh pedang pihak lawan  akan tetapi sangat sedikit, dan kerugian sebesar itu tidak berarti apa-apa bagi Tanda tersebut.
    Jadi, demikianlah apabila ada beberapa orang dalam Jemaat kita telah terkena wabah   pes karena sebab-sebab tersebut di atas, peristiwa itu pasti tidak menodai sedikit pun Tanda Ilahi tersebut. Tidakkah ini merupakan suatu Tanda agung  – seperti telah berkali-kali aku kemukakan – bahwa Allah Ta’ala akan menampakkan nubuwatan itu sedemikian rupa sehingga setiap pencari kebenaran tidak akan ragu-ragu?
      Dan mereka akan mengerti  bahwa Allah Ta’ala telah memperlakukan Jemaat ini bagaikan mukjizat, bahkan bagai Tanda Ilahi, akibatnya ialah Jemaat ini akan berkembang dalam jumlahnya dengan perantaraan wabah  pes, dan akan maju secara luar biasa pesatnya. Kemajuan tersebut  akan disaksikan dengan takjub, sedangkan lawan terus menerus menderita kekalahan pada setiap kesempatan, sebagaimana telah aku tulis dalam kitab Nuzulul Masih (Turunnya Al-Masih).”

Jemaat Muslim Ahmadiyah adalah “Bahtera Nuh” Akhir Zaman

       Demikianlah penjelasan Masih Mau’ud a.s.  mengenai merebaknya wabah tha’un (pes) yang terjadi pada zaman beliau  sebagai peringatan Allah Swt. kepada orang-orang yang mendustakan berbagai macam Tanda-tanda Allah yang mendukung kebenaran pendakwaan rasul Allah yang kedatangannya dijanjikan kepada mereka (QS.7:35-37; QS.61:10; QS.62:3-5).
    Ada pun yang dimaksud dengan perintah pembuatan  “bahtera” yang dikemukakan dalam ayat-ayat Al-Quran yang diwahyukan kembali Allah Swt. kepada Masih Mau’ud a.s. adalah pembentukan Jemaat Muslim Ahmadiyah, karena di Akhir Zaman ini akan berfungsi   seperti “bahtera” (perahu) yang telah dibuat oleh Nabi Nuh a.s..
      Perbedaannya adalah bahwa “bahtera” yang dibuat Nabi  Nuh a.s.  adalah   sebuah perahu yang dibuat  dari  papan kayu  dan paku (QS.54:10-17), sedang “bahtera” yang dibuat Masih Mau’ud a.s. di Akhir Zaman ini adalah sebuah “organisasi ruhani” guna membedakan dari  berbagai organisasi  agama lainnya yang ada di Akhir Zaman ini:
وَ اصۡنَعِ الۡفُلۡکَ بِاَعۡیُنِنَا وَ وَحۡیِنَا
اِنَّ  الَّذِیۡنَ یُبَایِعُوۡنَکَ  اِنَّمَا یُبَایِعُوۡنَ اللّٰہَ ؕ یَدُ اللّٰہِ  فَوۡقَ  اَیۡدِیۡہِمۡ
Buatlah bahtera dengan pengawasan petunjuk wahyu Kami. Barangsiapa yang baiat kepada engkau, sesungguhnya mereka baiat kepada Allah. Tangan Allah ada di atas tangan mereka.”
Firman-Nya:
کَذَّبَتۡ قَبۡلَہُمۡ  قَوۡمُ نُوۡحٍ  فَکَذَّبُوۡا عَبۡدَنَا وَ  قَالُوۡا  مَجۡنُوۡنٌ  وَّ ازۡدُجِرَ ﴿﴾  فَدَعَا رَبَّہٗۤ  اَنِّیۡ  مَغۡلُوۡبٌ  فَانۡتَصِرۡ ﴿﴾  فَفَتَحۡنَاۤ  اَبۡوَابَ السَّمَآءِ  بِمَآءٍ  مُّنۡہَمِرٍ ﴿۫ۖ﴾  وَّ فَجَّرۡنَا الۡاَرۡضَ عُیُوۡنًا فَالۡتَقَی الۡمَآءُ عَلٰۤی  اَمۡرٍ  قَدۡ  قُدِرَ ﴿ۚ﴾  وَ  حَمَلۡنٰہُ  عَلٰی ذَاتِ اَلۡوَاحٍ  وَّ دُسُرٍ ﴿ۙ﴾  تَجۡرِیۡ  بِاَعۡیُنِنَا ۚ جَزَآءً  لِّمَنۡ کَانَ کُفِرَ ﴿﴾  وَ لَقَدۡ  تَّرَکۡنٰہَاۤ  اٰیَۃً  فَہَلۡ مِنۡ مُّدَّکِرٍ ﴿﴾  فَکَیۡفَ کَانَ عَذَابِیۡ  وَ  نُذُرِ ﴿﴾  وَ لَقَدۡ یَسَّرۡنَا الۡقُرۡاٰنَ  لِلذِّکۡرِ  فَہَلۡ مِنۡ مُّدَّکِرٍ ﴿﴾
Sebelum mereka pun kaum Nuh  telah  mendustakan,  lalu mereka mendustakan hamba Kami dan mereka berkata: “Ia  orang gila dan terusir.” فَدَعَا رَبَّہٗۤ  اَنِّیۡ  مَغۡلُوۡبٌ  فَانۡتَصِرۡ    -- Maka ia berdoa kepada Rabb-nya (Tuhan-nya): “Sesungguhnya aku dikalahkan  maka  tolonglah aku.” فَفَتَحۡنَاۤ  اَبۡوَابَ السَّمَآءِ  بِمَآءٍ  مُّنۡہَمِرٍ -- Maka Kami membukakan pintu-pintu awan dengan air yang tercurah deras. وَّ فَجَّرۡنَا الۡاَرۡضَ عُیُوۡنًا فَالۡتَقَی الۡمَآءُ عَلٰۤی  اَمۡرٍ  قَدۡ  قُدِرَ --   Dan Kami memancarkan  sumber-sumber air di bumi lalu kedua air itu  bertemu untuk suatu perintah yang telah ditentukan.  وَ  حَمَلۡنٰہُ  عَلٰی ذَاتِ اَلۡوَاحٍ  وَّ دُسُرٍ -- Dan  Kami mengangkut dia di atas sesuatu yang terbuat dari papan dan paku,  تَجۡرِیۡ  بِاَعۡیُنِنَا ۚ جَزَآءً  لِّمَنۡ کَانَ کُفِرَ  -- yang berlayar di bawah  pengawasan Kami sebagai ganjaran bagi orang yang senantiasa diingkari. وَ لَقَدۡ  تَّرَکۡنٰہَاۤ  اٰیَۃً  فَہَلۡ مِنۡ مُّدَّکِرٍ --  Dan  sungguh  Kami benar-benar telah meninggalkan peristiwa itu sebagai Tanda, maka apakah ada yang mengambil peringatan?  فَکَیۡفَ کَانَ عَذَابِیۡ  وَ  نُذُرِ --  Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku!  وَ لَقَدۡ یَسَّرۡنَا الۡقُرۡاٰنَ  لِلذِّکۡرِ     --  Dan sesungguhnya Kami telah emempermudah Al-Quran untuk diingat, فَہَلۡ مِنۡ مُّدَّکِر --  maka apakah ada orang yang mengambil peringatan? (Al-Qamar [54]:10-18).


(Bersambung)
       
Rujukan: The Holy Quran
Editor: Malik Ghulam Farid
oo0oo
Pajajaran Anyar, 27  Juni    2016






[1] Pada waktu  risalah ini ditulis India masih dijajah  oleh Inggris (Pent.)
[2]  Samawi (langit)  dalam makna  kiasan mengisyaratkan hal-hal yang berhubungan dengan masalah  Ketuhanan  atau masalah keruhanian,   bukan berarti bahwa Allah Ta’ala berada di  langit (Pent.)
[3] Kabar tentang berjangkitnya wabah  pes  di zaman Masih Mau’ud dalam kitab-kitab Bible tercantum pada Zakaria 14:12, Injil Matius 24:8, dan Wahyu-wahyu 22:8 (Pen.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar