Bismillaahirrahmaanirrahiim
MALAIKAT ALLAH
KEDATANGAN RASUL AKHIR ZAMAN MEREDAM
MEREBAKNYA FITNAH DAJJAL & TIGA
TANDA “HARI KIAMAT”: MATAHARI TERBIT DARI BARAT, MUNCULNYA DAJJAL, DAN KELUARNYA DABBATUL-ARDHI (RAYAP BUMI)
Bab 77
Oleh
Ki Langlang Buana Kusuma
|
D
|
alam akhir Bab
sebelumnya telah dikemukakan sabda-sabda Nabi Besar Muhammad saw. mengenai
kemunculan Dajjal, di antaranya:
Dari `Imran bin Husain radhiallāhu
`anhuma berkata, saya mendengar Rasulullah
sallallāhu `alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada perkara
sejak kejadian Adam sallallāhu `alaihi wasallam hingga Hari Kiamat lebih besar
daripada perkara mengenai Dajjal” (HR Muslim).
Dari Abu Hurairah radhiallāhu `anhu, dari
Nabi sallallāhu `alaihi wasallam beliau bersabda: “Kiamat
tidak akan terjadi sebelum dibangkitkan dajjal-dajjal pendusta yang berjumlah
sekitar tiga puluh, semuanya mengaku bahwa ia adalah utusan Allah.”
(HR. Muslim).
Makna Kata Dajjal & Penghukuman Iblis
Menurut beberapa keterangam, kata Ad-Dajjal diambil
dari perkataan mereka: "dajala
Al-ba'iira idzā thalāhu bi Al-qathiran
waghaththā bihi" -- ”seseorang
itu mendajjal unta bila melumurinya dengan ter (aspal) dan
menutupnya dengannya" (Lisanul Arab 11: 236, dan Tartibul
Qamus 2: 152).
Asal makna "dajjal" ialah "al-khalath"
(mencampur, mengacaukan, membingungkan). Dikatakan bahwa "seseorang itu
berbuat dajjal bila ia menyamarkan dan memanipulasi." dan "Ad-Dajjal"
ialah manipulator dan pembohong yang luar biasa. Lafaz ini
termasuk bentuk mubalaghah (menyangatkan/intensitas) mengikuti wazan "fa'al",
artinya banyak menelurkan kebohongan
dan kepalsuan. (An-Nihayah Fi Gharibil Hadist 2: 102).
"Dajjal"
itu dinamakan "dajjal"
kerana ia menutup kebenaran dengan kebatilan atau karena ia menutupi kekafirannya terhadap orang
lain dengan kebohongan, kepalsuan dan penipuannya
ke atas mereka. Dan ada yang mengatakan karena ia menutupi bumi dengan banyaknya kelompoknya.
(Lisanul
Arab 11: 236-237, dan Tartibul Qamus 2: 152).
Keterangan “ia menutupi bumi dengan banyaknya kelompoknya”
sesuai dengan keterangan Bible berkenaan
pelepasan kembali iblis
dan satan (syaitan) – yakni si ular tua – dari pemenjaraannya
selama 1000 tahun:
20:7 Dan setelah masa seribu
tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya, 20:8 dan ia akan pergi
menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog, dan
mengumpulkan mereka untuk berperang
dan jumlah mereka sama dengan
banyaknya pasir di laut. 20:9 Maka naiklah mereka ke
seluruh dataran bumi, lalu mengepung
perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka, 20:10 dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat
binatang dan nabi palsu itu, dan mereka
disiksa siang malam sampai selama-lamanya.
Wahyu 20:7-10).
Adanya
Para Pendakwa yang Palsu Membuktikan Keberadaan Pendakwa
yang Asli & Dajjal Nama Lain dari Ya’juj dan Ma’juj
Merupakan ketentuan umum bahwa munculnya barang-barang palsu mengindikasikan keberadaan barang yang asli, demikian pula hanya berkenaan dengan kedatangan Rasul Akhir Zaman dari
kalangan Bani Adam (QS.7:35-37; QS.61:10; QS.62:3-4) pun pasti
akan muncul para pendakwa palsu -- yang
merupakan bagian dari hadangan Iblis dan tipu-daya syaitan di “jalan Allah”, sebagaimana yang diancamkan
iblis kepada Allah Swt. berkenaan
dengan Adam (Khalifah Allah) dan para pengikutnya
(QS.7:12-19; QS.15:29-45; QS.17:62-66;
QS.38:72-86), firman-Nya:
وَ
مَاۤ اَرۡسَلۡنَا مِنۡ قَبۡلِکَ مِنۡ
رَّسُوۡلٍ وَّ لَا نَبِیٍّ اِلَّاۤ اِذَا تَمَنّٰۤی اَلۡقَی الشَّیۡطٰنُ فِیۡۤ
اُمۡنِیَّتِہٖ ۚ فَیَنۡسَخُ اللّٰہُ مَا یُلۡقِی الشَّیۡطٰنُ ثُمَّ یُحۡکِمُ
اللّٰہُ اٰیٰتِہٖ ؕ وَ اللّٰہُ عَلِیۡمٌ حَکِیۡمٌ ﴿ۙ﴾
Dan Kami tidak pernah mengirim seorang rasul
dan tidak pula seorang nabi اِلَّاۤ اِذَا تَمَنّٰۤی اَلۡقَی الشَّیۡطٰنُ فِیۡۤ
اُمۡنِیَّتِہٖ -- melainkan
apabila ia menginginkan sesuatu maka
syaitan meletakkan hambatan pada keinginannya, فَیَنۡسَخُ اللّٰہُ
مَا یُلۡقِی الشَّیۡطٰنُ ثُمَّ
یُحۡکِمُ اللّٰہُ اٰیٰتِہٖ ؕ -- tetapi Allah melenyapkan hambatan yang diletakkan oleh syaitan, وَ
اللّٰہُ عَلِیۡمٌ حَکِیۡمٌ -- dan Allah
Maha Mengetahui, Maha
Bijaksana. (Al-Hajj [22]:53). Lihat
pula QS.6:112-114; QS.25:31-32; QS.36:31; QS.51:53-54).
Memang benar bahwa dalam Al-Quran tidak ada
tercantum sebutan “Dajjal” secara
jelas -- yang ada adalah sebutan Ya’juj
(Gog) dan Ma’juj (Magog –
QS.18:84-99; QS.21:96-101) -- tetapi
sabda-sabda Nabi Besar Muhammad saw. sehubungan dengan “Dajjal” tersebut pasti rujukannya adalah Al-Quran, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa Dajjal adalah sebutan
lain dari bangsa-bangsa yang
disebut Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog), firman-Nya:
لَخَلۡقُ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ
اَکۡبَرُ مِنۡ خَلۡقِ النَّاسِ وَ لٰکِنَّ
اَکۡثَرَ النَّاسِ لَا
یَعۡلَمُوۡنَ ﴿﴾
Niscaya penciptaan seluruh langit dan bumi itu lebih besar
daripada penciptaan manusia, tetapi kebanyakan
manusia tidak mengetahui. (Al-Mu’min [40]:58).
Menurut ‘alim
‘ulama dan mufassirin, seperti
Baghwi, Ibnu Hajar dan lain-lain, kata an-nās
dalam ayat tersebut berarti Dajjal.
Penafsiran itu mendapat dukungan hadits Nabi Besar Muhammad saw. yang terkenal yaitu:
“Sejak Adam
diciptakan hingga Hari Kiamat tidak
pernah ada makhluk lebih besar daripada
Dajjal (Bukhari).
Hadits ini mengisyaratkan kepada keperkasaan Dajjal, dan karena ia
seorang penipu dan pendusta besar, maka Allah Swt.
memperingatkan umat Islam agar senantiasa berjaga-jaga
terhadap bahaya tertipu atau terpesona oleh semarak dan kebesaran
duniawinya yang disebut fitnah Dajjal.
Memahami Surah Al-Kahf Dapat Menyelamatkan
dari Fitnah Dajjal
Nabi Besar
Muhammad saw. diriwayatkan
telah bersabda bahwa pembacaan –
yakni memahami -- sepuluh
ayat pertama dan sepuluh ayat
terakhir Surah Al-Kahf menjamin keselamatan seseorang terhadap serangan-serangan ruhani dari Dajjal. Hal itu menunjukkan bahwa Dajjal dan Ya’juj-Ma’juj (Gog-Magog) adalah bangsa itu-itu juga, yaitu bangsa-bangsa
Kristen dari barat.
Kata Dajjal
menggambarkan propaganda keagamanan
mereka yang membawa kemudaratan
kepada Islam. sedang Ya’juj-Ma’juj (Gog-Magog) menggambarkan kekuatan dan kekuasaan mereka di bidang kebendaan
dan politik, firman-Nya:
وَ حَرٰمٌ
عَلٰی قَرۡیَۃٍ اَہۡلَکۡنٰہَاۤ اَنَّہُمۡ لَا
یَرۡجِعُوۡنَ ﴿﴾ حَتّٰۤی اِذَا
فُتِحَتۡ یَاۡجُوۡجُ وَ مَاۡجُوۡجُ وَ ہُمۡ مِّنۡ
کُلِّ حَدَبٍ یَّنۡسِلُوۡنَ ﴿﴾ وَ اقۡتَرَبَ الۡوَعۡدُ الۡحَقُّ فَاِذَا ہِیَ
شَاخِصَۃٌ اَبۡصَارُ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا
ؕ یٰوَیۡلَنَا قَدۡ کُنَّا فِیۡ غَفۡلَۃٍ
مِّنۡ ہٰذَا بَلۡ کُنَّا
ظٰلِمِیۡنَ ﴿﴾
Dan terlarang bagi penduduk suatu negeri yang telah Kami binasakan bahwa
sesungguhnya mereka itu tidak mungkin
kembali. Hingga apabila dibukakan pin-tu pemenjaraan Ya’juj dan Ma’juj dan mereka
turun dengan cepat dari setiap ketinggian. Sudah mendekat janji
yang benar maka sekonyong-konyong akan
terbelalak mata orang-orang kafir, mereka berseru, “Aduhai, celaka kami!
Sungguh kami dalam kelalaian mengenai
hal ini, bahkan kami adalah
orang yang zalim!” (An-Anbiya [21]:96-98).
Jika ayat
mengenai Ya’juj dan Ma’juj dibaca bersama-sama dengan ayat
yang mendahuluinya maka maksud ayat ini ialah bahwa hukum alam bekerja demikian rupa, sehingga sekali bila suatu hukum — sesudah mencapai puncak kejayaan
dan kemuliaannya — mengalami kebinasaan dan kehancuran mereka tidak mendapatkan
kembali kejayaan mereka yang hilang itu.
Demikian pula Ya’juj dan Ma’juj pun
dengan kejayaan dan kemuliaan besar dalam kebendaan (duniawi) tidak dapat
mengelakkan diri dari hukum alam
tersebut. Mereka akan jatuh dan tidak akan bangkit kembali untuk
selama-lamanya.
Ya’juj dan Ma’juj atau bangsa-bangsa Kristen barat telah mencapai segala puncak kekuasaan politik dan telah
menyebar ke seluruh dunia. Ungkapan Al-Quran: حَتّٰۤی اِذَا
فُتِحَتۡ یَاۡجُوۡجُ وَ مَاۡجُوۡجُ وَ ہُمۡ مِّنۡ
کُلِّ حَدَبٍ یَّنۡسِلُوۡنَ -- “Hingga apabila dibukakan pin-tu pemenjaraan Ya’juj dan Ma’juj dan mereka
turun dengan cepat dari setiap ketinggian” berarti, bahwa mereka akan menempati setiap
ujung yang membawa keuntungan duniawi
dan mereka akan menguasai seluruh dunia.
Ayat selanjutnya berisi nubuatan
bahwa kekuasaan duniawi Ya’juj
dan Ma’juj akan diikuti oleh peristiwa-peristiwa yang membawa bencana besar di dunia -- termasuk terjadinya dua kali Perang Dunia -- yang akhirnya akan menyebabkan kejayaan
dan kemenangan Islam
(QS.61:10) dan menjadi sebab kekuatan-kekuatan
kepalsuan dan kebendaan yang
menjelma dalam wujud Ya’juj dan Ma’juj -- yang disebut fitnah Dajjal -- itu
musnah.
Bila
sesudah kehancuran Ya’juj-Ma’juj
secara mutlak, Islam akan memperoleh
kembali kejayaan dan kemuliaannya seperti sediakala, dan mereka
yang telah berputus-asa mengenai kebangkitan kembali mata kepala mereka sendiri hampir-hampir tidak dapat
mempercayainya: وَ اقۡتَرَبَ الۡوَعۡدُ الۡحَقُّ فَاِذَا ہِیَ شَاخِصَۃٌ اَبۡصَارُ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا ؕ یٰوَیۡلَنَا
قَدۡ کُنَّا فِیۡ غَفۡلَۃٍ مِّنۡ ہٰذَا بَلۡ کُنَّا ظٰلِمِیۡنَ -- “Sudah mendekat janji
yang benar maka sekonyong-konyong
akan terbelalak mata orang-orang kafir, mereka berseru, یٰوَیۡلَنَا قَدۡ کُنَّا فِیۡ غَفۡلَۃٍ
مِّنۡ ہٰذَا بَلۡ کُنَّا
ظٰلِمِیۡنَ -- “Aduhai, celaka kami!
Sungguh kami dalam kelalaian mengenai
hal ini, bahkan kami adalah
orang yang zalim!””
Rasul Akhir
Zaman Peredam “Fitnah Dajjal”
Jadi, kesimpulan yang dapat diambil dari ayat-ayat
tersebut bahwa bahwa kekuatan-kekuatan
kegelapan -- yang di Akhir
Zaman ini di antaranya Dajjal
adalah wakilnya terbesar --
bahwa betapa pun perkasa dan
berkuasanya, tetapi mereka tidak akan mampu menahan kemajuan Islam yang perjuangkan oleh Rasul Akhir Zaman (QS.61:10; QS.62:3-4), dan bahwa kekuatan-kekuatan itu pada akhirnya akan
ditaklukkan oleh Islam, firman-Nya:
ہُوَ الَّذِیۡۤ اَرۡسَلَ رَسُوۡلَہٗ بِالۡہُدٰی وَ دِیۡنِ الۡحَقِّ
لِیُظۡہِرَہٗ عَلَی
الدِّیۡنِ کُلِّہٖ ۙ وَ لَوۡ
کَرِہَ الۡمُشۡرِکُوۡنَ﴿﴾
Dia-lah Yang mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan dengan agama yang benar supaya Dia memenangkannya atas semua agama,
walaupun orang musyrik tidak menyukai. (Ash-Shaf [61]:10).
Kebanyakan ahli
tafsir Al-Quran sepakat bahwa ayat ini kena untuk Al-Masih yang dijanjikan sebab di zaman beliau semua agama muncul dan keunggulan
Islam di atas semua agama akan
menjadi kepastian.
Kembali kepada firman-Nya: لَخَلۡقُ السَّمٰوٰتِ
وَ الۡاَرۡضِ اَکۡبَرُ مِنۡ خَلۡقِ
النَّاسِ وَ لٰکِنَّ اَکۡثَرَ النَّاسِ
لَا یَعۡلَمُوۡنَ -- “Niscaya
penciptaan seluruh langit dan bumi
itu lebih besar daripada penciptaan manusia, tetapi kebanyakan
manusia tidak mengetahui. (Al-Mu’min [40]:58), dapat
berarti pula bahwa meskipun manusia sama
sekali tidak berarti dibandingkan dengan jagat
raya yang diciptakan oleh Allah Swt., tetapi manusia
dalam kesombongan dan kecongkakannya menolak menyambut seruan Ilahi melalui pengutusan rasul Allah, terutama Dajjal
-- si pendusta besar yang matanya
buta sebelah – yang telah
menyebarkan faham ketuhanan yang bertentangan
dengan Tauhid Ilahi, sebagaimana firman-Nya
dalam ayat selanjutnya:
وَ مَا
یَسۡتَوِی الۡاَعۡمٰی وَ الۡبَصِیۡرُ ۬ۙ وَ الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَ لَا
الۡمُسِیۡٓءُ ؕ قَلِیۡلًا مَّا تَتَذَکَّرُوۡنَ ﴿﴾ اِنَّ السَّاعَۃَ
لَاٰتِیَۃٌ لَّا رَیۡبَ فِیۡہَا وَ
لٰکِنَّ اَکۡثَرَ النَّاسِ لَا
یُؤۡمِنُوۡنَ ﴿﴾
Dan sekali-kali tidak sama orang buta dan orang melihat, dan tidak pula orang-orang
yang beriman dan beramal saleh sama
dengan orang-orang yang berbuat
keburukan. Sedikit sekali kamu
mendapat nasihat. اِنَّ السَّاعَۃَ لَاٰتِیَۃٌ لَّا رَیۡبَ فِیۡہَا وَ لٰکِنَّ اَکۡثَرَ النَّاسِ لَا یُؤۡمِنُوۡن -- Sesungguhnya
Kiamat itu pasti akan datang, tidak
ada keraguan di dalamnya tetapi kebanyakan
manusia tidak beriman. (Al-Mu’min [40]:59-60).
Tiga Tanda Terjadinya Kiamat atau Akhir
Zaman: (1) Matahari Terbit dari Barat,
(2) Dajjal, (3) Munculnya Binatang dari Bumi
Banyak sekali dalam Al-Quran mengenai tanda-tanda Akhir Zaman atau tanda-tanda telah dekatnya Kiamat
(QS.54:1-9; QS.75:1-16; QS.77:1-20; QS.81:1-15), demikian juga
sabda-sabda Nabi Besar Muhammad saw. dalam hadits, di antaranya tentang munculnya
“Dajjal”:
Imam
Muslim dan at-Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallāhu
anhu, dia berkata, “Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Ada
tiga hal yang jika keluar maka tidak
berguna lagi iman seseorang yang belum
beriman sebelum itu atau (belum) berusaha
berbuat kebaikan dengan imannya itu:
terbitnya
matahari dari barat, Dajjal, dan binatang bumi.”
Salah satu makna dari “terbitnya
matahari dari barat” menggambarkan
hal yang bertentangan dengan ketentuan Allah Swt., sebab sejak awal
penciptaan alam semesta terbitnya
matahari di lingkungan tatasurya
kita senantiasa dari timur. Karena itu jika dihubungkan
dengan dua tanda kiamat berikutnya – berupa
munculnya Dajjal dan binatang
bumi -- maka makna dari “terbitnya matahari dari barat” adalah
merebaknya kepercayaan sesat mengenai
“Tuhan” yang disebarkan Dajjal, yang bertentangan dengan ajaran
utama seluruh para Rasul Allah
sejak Adam hingga Nabi Besar Muhammad saw. yaitu Tauhid Ilahi sebagaimana dikemukakan
dalam surah Al-Ikhlash,
firman-Nya:
بِسۡمِ اللّٰہِ
الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡمِ ﴿﴾ قُلۡ
ہُوَ اللّٰہُ اَحَدٌ ۚ﴿﴾ اَللّٰہُ
الصَّمَدُ ۚ﴿﴾ لَمۡ یَلِدۡ ۬ۙ
وَ لَمۡ یُوۡلَدۡ ۙ﴿﴾ وَ لَمۡ یَکُنۡ
لَّہٗ کُفُوًا اَحَدٌ ٪﴿﴾
Aku baca
dengan nama
Allah, Maha Pemurah, Maha Penyayang. Katakanlah: “Dia-lah Allah Yang
Maha Esa. Allah, adalah Tuhan Yang segala sesuatu bergantung pada-Nya. لَمۡ
یَلِدۡ ۬ۙ وَ لَمۡ
یُوۡلَدۡ -- Dia
tidak beranak dan tidak diperanakkan,
وَ لَمۡ
یَکُنۡ لَّہٗ کُفُوًا
اَحَدٌ -- Dan tidak
ada sesuatu pun yang setara3469
dengan-Nya”(Al-Ikhlash
[114]:1-5).
Kemudian mengenai munculnya “binatang bumi” atau “dabbatul-ardhi”
Allah Swt. berfirman kepada Nabi Besar Muhammad saw.:
اِنَّکَ لَا
تُسۡمِعُ الۡمَوۡتٰی وَ لَا تُسۡمِعُ الصُّمَّ الدُّعَآءَ اِذَا
وَلَّوۡا مُدۡبِرِیۡنَ ﴿﴾ وَ مَاۤ
اَنۡتَ بِہٰدِی الۡعُمۡیِ
عَنۡ ضَلٰلَتِہِمۡ ؕ اِنۡ تُسۡمِعُ اِلَّا مَنۡ
یُّؤۡمِنُ بِاٰیٰتِنَا فَہُمۡ مُّسۡلِمُوۡنَ ﴿﴾ وَ اِذَا وَقَعَ
الۡقَوۡلُ عَلَیۡہِمۡ اَخۡرَجۡنَا لَہُمۡ
دَآبَّۃً مِّنَ الۡاَرۡضِ
تُکَلِّمُہُمۡ ۙ اَنَّ النَّاسَ کَانُوۡا
بِاٰیٰتِنَا لَا یُوۡقِنُوۡنَ ﴿٪﴾
Sesungguhnya
engkau tidak dapat membuat orang-orang mati mendengar, dan tidak
dapat pula engkau membuat orang-orang
tuli mendengar seruan, apabila mereka mundur sambil membalikkan punggungnya. Dan engkau sekali-kali tidak dapat memberikan petunjuk kepada orang-orang buta dari kesesatan mereka. Engkau hanya dapat membuat mendengar orang-orang yang beriman kepada Ayat-ayat Kami, maka merekalah
orang-orang yang berserah diri. وَ اِذَا
وَقَعَ الۡقَوۡلُ عَلَیۡہِمۡ -- Dan apabila keputusan-Ku telah jatuh atas mereka, اَخۡرَجۡنَا لَہُمۡ دَآبَّۃً مِّنَ الۡاَرۡضِ تُکَلِّمُہُمۡ -- Kami akan mengeluarkan
bagi mereka binatang dari bumi yang akan melukai mereka, اَنَّ
النَّاسَ کَانُوۡا بِاٰیٰتِنَا لَا
یُوۡقِنُوۡنَ -- sesungguhnya manusia tidak yakin atas Tanda-tanda Kami (An-Naml [27]:81-83).
Kata-kata
ketika mereka mundur sambil membalikkan punggung, membuat hal itu
jelas, bahwa “orang-orang mati”
tersebut di sini adalah “mati ruhani”
seperti halnya “orang-orang buta”
dalam teks ayat berikut ini berarti “buta
ruhani, firman-Nya:
وَ مَنۡ کَانَ فِیۡ ہٰذِہٖۤ اَعۡمٰی
فَہُوَ فِی الۡاٰخِرَۃِ اَعۡمٰی وَ اَضَلُّ
سَبِیۡلًا ﴿﴾
Dan barangsiapa buta di dunia ini
maka di akhirat pun ia akan buta juga dan bahkan lebih tersesat dari jalan.(Bani
Israil [17]:73). Lihat pula QS.20:125-129.
Mereka yang tidak mempergunakan mata ruhani mereka
dengan cara yang wajar di dunia ini akan tetap
luput dari penglihatan ruhani di alam akhirat. Al-Quran menyebut mereka yang tidak merenungkan Tanda-tanda Allah (QS.3:191-195).
serta tidak memperoleh manfaat
darinya “buta.” Orang-orang seperti itu di alam akhirat pun akan tetap dalam keadaan buta.
Merebaknya Wabah Pes
(Tha’un) di Akhir Zaman
Kata-kata, waqa’a al-qaulu ‘alaihim dalam ayat: وَ اِذَا وَقَعَ
الۡقَوۡلُ عَلَیۡہِمۡ -- Dan apabila keputusan-Ku telah jatuh atas mereka, اَخۡرَجۡنَا لَہُمۡ دَآبَّۃً مِّنَ الۡاَرۡضِ تُکَلِّمُہُمۡ -- Kami akan mengeluarkan
bagi mereka binatang dari bumi yang akan melukai mereka, اَنَّ
النَّاسَ کَانُوۡا بِاٰیٰتِنَا لَا
یُوۡقِنُوۡنَ -- sesungguhnya manusia tidak yakin atas Tanda-tanda Kami” berarti: kalimat
atau keputusan itu jadi pantas terhadap mereka atau telah terjadi;
mereka membuat diri mereka layak menerima
keputusan atau ketetapan Tuhan (Aqrab-al-Mawarid).
Firman
Allah Swt. dalam ayat tersebut merupakan nubuatan berkenaan dengan timbulnya wabah penyakit berbahaya di Akhir Zaman,
sebagaimana salah satu dari sekian banyak bukti
kebenaran pendakwaan Rasul Akhir
Zaman (QS.61:10; QS.62:3-5). Ayat tersebut
diterangkan demikian oleh Nabi Besar Muhammad saw. sendiri.
Ada pun yang dimaksud dengan dabbah ialah bakteri dari pes (tha’un) yang akan zahir pada Akhir Zaman. Bakteri itu akan menyerang tubuh
dan orang itu akan mati. Berdasarkan hadits Nabi Besar Muhammad saw. yang
menerangkan mengenai Akhir Zaman,
bahwa akan timbul dabbatul ardh, yakni binatang-binatang bumi, (Ibnu Katsir dan Fathul Bayan hlm. 231,
Surah An-Naml).
Di dalam hadits Muslim ada dijelaskan bahwa akan timbul suatu penyakit naghaf yakni
penyakit yang ada pada unta di Akhir Zaman.
Kalau kedua hadis —kita cocokkan maka kita akan mendapat suatu kabar gaib (nubuatan) bahwa di Akhir Zaman penyakit pes (tha’un) akan
menyebar di seluruh dunia. Penyebab
penyakit pes disebabkan oleh bakteri
yang tersembunyi.
Mengenai
akan merebaknya penyakit pes (tha’un) -- terutama di wilayah Punjab, Hindustan, yang membinasakan ratusan ribu orang -- Pendiri Jemaat Muslim Ahmadiyah -- Mirza Ghulam Ahmad a.s. atau Al-Masih
Mau’ud a.s. – secara khusus
beliau telah menulis dalam salah satu buku beliau, Kisyti Nuh (Bahtera Nuh).
(Bersambung)
Rujukan: The
Holy Quran
Editor: Malik Ghulam Farid
oo0oo
Pajajaran
Anyar, 25 Juni 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar